Rakor PHTC di RSUD Akhmad Berahim, Bupati Soroti Tantangan Layanan Kesehatan

Rakor PHTC di RSUD Akhmad Berahim, Bupati Soroti Tantangan Layanan Kesehatan

23 April 2026
Akses Keuangan Jadi Prioritas, Kaltara Sasar Perbatasan dan Daerah 3T

Akses Keuangan Jadi Prioritas, Kaltara Sasar Perbatasan dan Daerah 3T

23 April 2026
Personel Polresta Bulungan Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani

Personel Polresta Bulungan Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani

23 April 2026
Polda Kaltara Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Total 4,2 Kg Sabu Disita

Polda Kaltara Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Total 4,2 Kg Sabu Disita

23 April 2026
Pejabat Eselon II Di Pemprov Kaltara Gelar Uji Kompetensi

Pejabat Eselon II Di Pemprov Kaltara Gelar Uji Kompetensi

22 April 2026
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
No Result
View All Result
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Opini
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Budaya
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Home Bulungan Kaltara

KNPI Bulungan dan Mahasiswa Kritik Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Redaksi Kaltara by Redaksi Kaltara
15 November 2025
0
KNPI Bulungan dan Mahasiswa Kritik Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

TANJUNG SELOR – DPD KNPI Bulungan menggelar Focus Group Discussion (FGD) berjudul Suara Rakyat Menilai Pahlawan Bangsa bertempat di Kedai Kemangi, Jalan Salak, Tanjung Selor, Jumat (14/11/2025) malam.

RELATED POSTS

Personel Polresta Bulungan Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani

Dorong Percepatan Pembangunan, Kaltara Libatkan Perusahaan Lewat CSR

Disambut Hangat, Wabup Bulungan Temui Mahasiswa Asal Bulungan di Makassar

FGD ini diinisiasi oleh DPD KNPI Bulungan, berkolaborasi dengan sejumlah organisasi mahasiswa di Bulungan, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya dari Yayasan Sejarah Budaya, Joko Supriyadi; Ketua DPC PDIP Bulungan, Markus Juk, Dosen Universitas Kaltara, Jimmy Nasroen,  serta Kasubid Sosbud Ditintelkam Polda Kaltara, AKP Bahyudin.

Acara dipandu oleh Ketua GMKI Bulungan, Petra Sihite. Kesempatan pembicara pertama diberikan kepada Joko Supriyadi. Dalam penyampaiannya, ia mengulas kilas balik penetapan pahlawan nasional.

Sebagian besar penetapan pahlawan oleh negara tidak ia persoalkan. Namun, penetapan Presiden kedua RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional dinilainya menjadi masalah karena menurutnya, di bawah kepemimpinan Soeharto, “tangannya berlumuran darah” dalam memimpin bangsa.

Oleh karena itu, secara pribadi ia dengan tegas menolak penetapan Soeharto sebagai pahlawan bangsa. Menurutnya, negara seharusnya melirik founding fathers lain yang lebih pantas dan layak.

“Termasuk dari Kalimantan dan Kalimantan Utara khususnya sampai saat ini belum ada satu pun pendahulu kita dari Kaltara yang dinobatkan sebagai pahlawan. Padahal alur historisnya sudah sangat jelas dan itu lebih layak dibandingkan Soeharto yang dijadikan sebagai pahlawan bangsa,” tegas Joko.

Bahkan, ia mengkritisi sebagian besar tanda jasa pahlawan itu berada di Pulau Jawa. Padahal, di daerah lain di Indonesia juga ada pahlawanya. “Kenapa harus dari Jawa lagi, ” tegas Joko.

Selain Joko, tiga pemateri lainnya secara umum juga menyatakan sikap kontra terhadap penyematan gelar pahlawan kepada Presiden RI kedua tersebut.

Ketua DPC PDIP Bulungan, Markus Juk, menegaskan generasi muda harus lebih jeli dan mendalami kembali alasan munculnya penolakan terhadap gelar pahlawan tersebut di tengah masyarakat.

“Karena banyak kilas balik sejarahnya. Rezim Orde Baru tidak memberikan ruang kebebasan bersuara dan berpendapat. Siapa yang silang pendapat dengan pemerintah pada zaman itu pasti ditembak. Bahkan dulu, ada nama operasi yang ditetapkan pemerintah, yakni Petrus atau Penembakan Misterius. Ini sungguh sangat kejam. Mana mungkin pemimpin otoriter seperti ini dinobatkan sebagai pahlawan,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung cukup alot karena adanya perbedaan pendapat pro dan kontra. Namun sebagian besar peserta menyampaikan penolakan terhadap pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto.
Mereka berspekulasi bahwa jangan sampai paksaan negara dalam penyematan gelar tersebut justru menimbulkan sejarah baru yang tidak sesuai dengan alur historis Indonesia, serta hanya berpihak pada pesanan politik kekuasaan.

Dan hingga akhirnya, generasi peenrus bangsa hanya menelan model sejarah yang salah karena derasnya arus keuatan politik saat ini. Sekretaris DPD KNPI Bulungan, Anugrah Rimbana Putra Pratama, menambahkan bahwa selaku fasilitator, pihaknya memastikan kegiatan ini bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan pemahaman tentang pahlawan di mata masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami ingin menggali bagaimana peran sejarah lokal, khususnya di Bulungan, dan berupaya agar pahlawan daerah kita bisa diusulkan menjadi pahlawan nasional,” kata Rimba saat dikonfirmasi wartawan.

Ia menyampaikan salah satu rencana KNPI Bulungan adalah memasukkan agenda usulan pahlawan lokal ke dalam program kerja. Dari hasil diskusi tersebut, pihaknya sepakat mendorong tokoh-tokoh lokal dari Bulungan agar dapat diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Selain itu, keputusan pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dinilai bertentangan dengan sejarah perjuangan aktivis tahun 1998. Jika gelar tersebut tetap diberikan, hal itu dianggap mencederai perjuangan reformasi.

“Tetapi kami belum merencanakan aksi penolakan. Namun kami berharap pemerintah pusat mendengar aspirasi yang kami suarakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Terpisah, Koordinator acara, Andreas GK, menambahkan bahwa FGD ini diadakan berdasarkan semangat pemuda, khususnya yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan yang dikomandoi KNPI Bulungan.

“Saya pikir semangat kita sama. Sebagaimana disampaikan, sejarah panjang kepemimpinan Soeharto itu banyak kontroversinya hingga akhirnya ia diturunkan dari kursi kekuasaan pada tahun 1998. Dan poin hasil diskusi malam ini sudah seirama dengan rencana kami. Ke depan, kami akan mengawal usulan nama-nama tokoh dari Bulungan dan Kaltara untuk dijadikan pahlawan nasional,” bebernya.

Selanjutnya, setelah FGD ini, akan ada pembahasan mengenai poin-poin penting yang dihasilkan secara internal oleh KNPI Bulungan. (*)

ShareTweetPin
Redaksi Kaltara

Redaksi Kaltara

Related Posts

Personel Polresta Bulungan Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani
Bulungan Kaltara

Personel Polresta Bulungan Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani

23 April 2026
Dorong Percepatan Pembangunan, Kaltara Libatkan Perusahaan Lewat CSR
Bulungan Kaltara

Dorong Percepatan Pembangunan, Kaltara Libatkan Perusahaan Lewat CSR

22 April 2026
Disambut Hangat, Wabup Bulungan Temui Mahasiswa Asal Bulungan di Makassar
Bulungan Kaltara

Disambut Hangat, Wabup Bulungan Temui Mahasiswa Asal Bulungan di Makassar

22 April 2026
Diduga Soal Piutang, Nelayan di Bulungan Akhiri Hidup
Bulungan Kaltara

Diduga Soal Piutang, Nelayan di Bulungan Akhiri Hidup

22 April 2026
Apel Pagi Digelar, Arus Lalu Lintas Tanjung Selor Ramai Lancar
Bulungan Kaltara

Apel Pagi Digelar, Arus Lalu Lintas Tanjung Selor Ramai Lancar

22 April 2026
Pendaftaran SPMB Kaltara 2026 Dibagi Dua Tahap, Ini Jadwalnya
Bulungan Kaltara

Pendaftaran SPMB Kaltara 2026 Dibagi Dua Tahap, Ini Jadwalnya

22 April 2026
Next Post
Kerja Sunyi Peran Pasukan Orange Banyak Yang Belum Ketahui!

Kerja Sunyi Peran Pasukan Orange Banyak Yang Belum Ketahui!

Keamanan Lingkungan Hidup Jadi Perhatian Bersama

Keamanan Lingkungan Hidup Jadi Perhatian Bersama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

2 September 2024
DLH Bulungan Soroti Kebiasaan Buang Sampah Tak Tepat Waktu, Warga Diminta Lebih Tertib

PKA Angkatan III LAN RI Samarinda Cetak Pemimpin Birokrasi Inovatif, ASN DLH Bulungan Raih Terbaik Kedua

18 Desember 2025

Why Is Everyone Reading The Decameron Right Now?

7 September 2024

Popular Stories

  • Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ternak Hewan Terbesar Di Kaltara Rencana Diresmikan Oleh Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keterjebakan Simbolik Akut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktor Utama Proyek BPSDM Kaltara Terungkap, Kerugian Negara Capai Rp1,5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebakaran Hebat Landa Gang Merudung, Beberapa Rumah Hangus Terbakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Warta Benuanta

© 2025 WartaBenuanta.id

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional

© 2025 WartaBenuanta.id

You cannot copy content of this page