Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

5 November 2026
Tak Cukup Skill, Perusahaan Juga Cari Pekerja Berattitude Baik

Tak Cukup Skill, Perusahaan Juga Cari Pekerja Berattitude Baik

5 November 2026
Bunda Kaltara Salurkan 10 Kasur dan Satu Set Rebana untuk Ponpes Darul Mukhlasin

Bunda Kaltara Salurkan 10 Kasur dan Satu Set Rebana untuk Ponpes Darul Mukhlasin

5 November 2026
Wagub Kaltara Minta Proyek Infrastruktur di Nunukan Tuntas Tepat Waktu

Wagub Kaltara Minta Proyek Infrastruktur di Nunukan Tuntas Tepat Waktu

5 November 2026
Pemprov Perkuat Transformasi Digital melalui Tiga Portal Layanan Terintegrasi

Pemprov Perkuat Transformasi Digital melalui Tiga Portal Layanan Terintegrasi

5 November 2026
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
No Result
View All Result
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Opini
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Budaya
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Home Bulungan Kaltara

KNPI Bulungan dan Mahasiswa Kritik Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Redaksi Kaltara by Redaksi Kaltara
15 November 2025
0
KNPI Bulungan dan Mahasiswa Kritik Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

TANJUNG SELOR – DPD KNPI Bulungan menggelar Focus Group Discussion (FGD) berjudul Suara Rakyat Menilai Pahlawan Bangsa bertempat di Kedai Kemangi, Jalan Salak, Tanjung Selor, Jumat (14/11/2025) malam.

RELATED POSTS

Polresta Bulungan Peringati Hari Sumpah Pemuda

Penguatan Tata Kelola Keuangan, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

Satbinmas Polresta Bulungan Sosialisasikan Pencegahan Bullying kepada Siswa SDN 012 

FGD ini diinisiasi oleh DPD KNPI Bulungan, berkolaborasi dengan sejumlah organisasi mahasiswa di Bulungan, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya dari Yayasan Sejarah Budaya, Joko Supriyadi; Ketua DPC PDIP Bulungan, Markus Juk, Dosen Universitas Kaltara, Jimmy Nasroen,  serta Kasubid Sosbud Ditintelkam Polda Kaltara, AKP Bahyudin.

Acara dipandu oleh Ketua GMKI Bulungan, Petra Sihite. Kesempatan pembicara pertama diberikan kepada Joko Supriyadi. Dalam penyampaiannya, ia mengulas kilas balik penetapan pahlawan nasional.

Sebagian besar penetapan pahlawan oleh negara tidak ia persoalkan. Namun, penetapan Presiden kedua RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional dinilainya menjadi masalah karena menurutnya, di bawah kepemimpinan Soeharto, “tangannya berlumuran darah” dalam memimpin bangsa.

Oleh karena itu, secara pribadi ia dengan tegas menolak penetapan Soeharto sebagai pahlawan bangsa. Menurutnya, negara seharusnya melirik founding fathers lain yang lebih pantas dan layak.

“Termasuk dari Kalimantan dan Kalimantan Utara khususnya sampai saat ini belum ada satu pun pendahulu kita dari Kaltara yang dinobatkan sebagai pahlawan. Padahal alur historisnya sudah sangat jelas dan itu lebih layak dibandingkan Soeharto yang dijadikan sebagai pahlawan bangsa,” tegas Joko.

Bahkan, ia mengkritisi sebagian besar tanda jasa pahlawan itu berada di Pulau Jawa. Padahal, di daerah lain di Indonesia juga ada pahlawanya. “Kenapa harus dari Jawa lagi, ” tegas Joko.

Selain Joko, tiga pemateri lainnya secara umum juga menyatakan sikap kontra terhadap penyematan gelar pahlawan kepada Presiden RI kedua tersebut.

Ketua DPC PDIP Bulungan, Markus Juk, menegaskan generasi muda harus lebih jeli dan mendalami kembali alasan munculnya penolakan terhadap gelar pahlawan tersebut di tengah masyarakat.

“Karena banyak kilas balik sejarahnya. Rezim Orde Baru tidak memberikan ruang kebebasan bersuara dan berpendapat. Siapa yang silang pendapat dengan pemerintah pada zaman itu pasti ditembak. Bahkan dulu, ada nama operasi yang ditetapkan pemerintah, yakni Petrus atau Penembakan Misterius. Ini sungguh sangat kejam. Mana mungkin pemimpin otoriter seperti ini dinobatkan sebagai pahlawan,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung cukup alot karena adanya perbedaan pendapat pro dan kontra. Namun sebagian besar peserta menyampaikan penolakan terhadap pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto.
Mereka berspekulasi bahwa jangan sampai paksaan negara dalam penyematan gelar tersebut justru menimbulkan sejarah baru yang tidak sesuai dengan alur historis Indonesia, serta hanya berpihak pada pesanan politik kekuasaan.

Dan hingga akhirnya, generasi peenrus bangsa hanya menelan model sejarah yang salah karena derasnya arus keuatan politik saat ini. Sekretaris DPD KNPI Bulungan, Anugrah Rimbana Putra Pratama, menambahkan bahwa selaku fasilitator, pihaknya memastikan kegiatan ini bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan pemahaman tentang pahlawan di mata masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami ingin menggali bagaimana peran sejarah lokal, khususnya di Bulungan, dan berupaya agar pahlawan daerah kita bisa diusulkan menjadi pahlawan nasional,” kata Rimba saat dikonfirmasi wartawan.

Ia menyampaikan salah satu rencana KNPI Bulungan adalah memasukkan agenda usulan pahlawan lokal ke dalam program kerja. Dari hasil diskusi tersebut, pihaknya sepakat mendorong tokoh-tokoh lokal dari Bulungan agar dapat diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Selain itu, keputusan pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dinilai bertentangan dengan sejarah perjuangan aktivis tahun 1998. Jika gelar tersebut tetap diberikan, hal itu dianggap mencederai perjuangan reformasi.

“Tetapi kami belum merencanakan aksi penolakan. Namun kami berharap pemerintah pusat mendengar aspirasi yang kami suarakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Terpisah, Koordinator acara, Andreas GK, menambahkan bahwa FGD ini diadakan berdasarkan semangat pemuda, khususnya yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan yang dikomandoi KNPI Bulungan.

“Saya pikir semangat kita sama. Sebagaimana disampaikan, sejarah panjang kepemimpinan Soeharto itu banyak kontroversinya hingga akhirnya ia diturunkan dari kursi kekuasaan pada tahun 1998. Dan poin hasil diskusi malam ini sudah seirama dengan rencana kami. Ke depan, kami akan mengawal usulan nama-nama tokoh dari Bulungan dan Kaltara untuk dijadikan pahlawan nasional,” bebernya.

Selanjutnya, setelah FGD ini, akan ada pembahasan mengenai poin-poin penting yang dihasilkan secara internal oleh KNPI Bulungan. (*)

ShareTweetPin
Redaksi Kaltara

Redaksi Kaltara

Related Posts

Polresta Bulungan Peringati Hari Sumpah Pemuda
Bulungan Kaltara

Polresta Bulungan Peringati Hari Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026
Penguatan Tata Kelola Keuangan, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Strategis
Bulungan Kaltara

Penguatan Tata Kelola Keuangan, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

13 Juli 2026
Satbinmas Polresta Bulungan Sosialisasikan Pencegahan Bullying kepada Siswa SDN 012 
Bulungan Kaltara

Satbinmas Polresta Bulungan Sosialisasikan Pencegahan Bullying kepada Siswa SDN 012 

13 Juli 2026
Wakapolda Kaltara Sambut Kedatangan Kapolda Baru di Bandara Juwata Tarakan
Bulungan Kaltara

Wakapolda Kaltara Sambut Kedatangan Kapolda Baru di Bandara Juwata Tarakan

9 Juli 2026
Pencegahan Perundungan Sasar Siswa SMKN 1 Bunyu
Bulungan Kaltara

Pencegahan Perundungan Sasar Siswa SMKN 1 Bunyu

9 Juli 2026
DPRD Bulungan Dorong Pemerintah, Bantu  Tumbuh Kembangkan UMKM Lokal
Bulungan Kaltara

DPRD Bulungan Dorong Pemerintah, Bantu  Tumbuh Kembangkan UMKM Lokal

9 Juli 2026
Next Post
Kerja Sunyi Peran Pasukan Orange Banyak Yang Belum Ketahui!

Kerja Sunyi Peran Pasukan Orange Banyak Yang Belum Ketahui!

Keamanan Lingkungan Hidup Jadi Perhatian Bersama

Keamanan Lingkungan Hidup Jadi Perhatian Bersama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polda Kaltara Gelar Lomba Sumpit

Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polda Kaltara Gelar Lomba Sumpit

20 Juni 2026
Polsek Tanjung Palas Tengah, Edukasi Citra Polisi Lewat TK KB Pelangi

Polsek Tanjung Palas Tengah, Edukasi Citra Polisi Lewat TK KB Pelangi

22 Agustus 2025
Wakapolda Kalimantan Utara Pastikan Pelayanan yang Ramah, Cepat dan Mudah

Wakapolda Kalimantan Utara Pastikan Pelayanan yang Ramah, Cepat dan Mudah

6 April 2026

Popular Stories

  • Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Lahan Memanas, Kapolda Kaltara Janji Tindak Lanjut dalam 24 Jam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ternak Hewan Terbesar Di Kaltara Rencana Diresmikan Oleh Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keterjebakan Simbolik Akut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktor Utama Proyek BPSDM Kaltara Terungkap, Kerugian Negara Capai Rp1,5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Warta Benuanta

© 2025 WartaBenuanta.id

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional

© 2025 WartaBenuanta.id

You cannot copy content of this page