TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Mendan Anye, menyampaikan sejumlah pokok pikiran strategis saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Peso, belum lama ini.
Di hadapan para kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga, Mendan menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam melihat pembangunan daerah.
Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah saat ini menuntut masyarakat dan pemerintah desa untuk lebih jeli menggali potensi lokal, tanpa semata-mata menggantungkan harapan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita harus lebih jeli melihat potensi dan peluang yang ada di daerah kita masing-masing. Jangan terlalu berharap dukungan anggaran dari pemerintah daerah, karena postur APBD dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan,” ujarnya.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Bulungan ini juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga berdampak pada alokasi dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD yang ikut terbatas.
Dengan kondisi tersebut, Mendan mendorong adanya sinergi lintas pihak, khususnya dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Peso, Peso Hilir, Tanjung Palas Barat, dan sekitarnya, agar turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Mengingat luasnya wilayah Dapil 3, saya berharap ada dukungan dari pihak ketiga, terutama perusahaan yang beroperasi di wilayah ini. Salah satu bentuk kontribusinya melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR),” tegasnya.
Secara khusus, Mendan juga menyampaikan permintaan kepada PT IKANI agar dapat membantu masyarakat RT 3 Desa Long Telanjau yang berada di kawasan Sungai Berun, Kecamatan Peso Hilir, untuk membuka akses jalan darat.
“Salah satu permukiman di Kecamatan Peso Hilir sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan jalur sungai. Saya berharap PT IKANI dapat membantu pembangunan akses tersebut demi menunjang aktivitas dan kesejahteraan warga,” tukasnya.
Selain menyoroti infrastruktur, Mendan juga menitipkan pesan kepada seluruh konstituen melalui para kepala desa yang hadir agar senantiasa mendukung dan mengawal program-program prioritas pemerintah daerah demi percepatan pembangunan.
Ia turut mendorong penguatan ekonomi keluarga sebagai salah satu kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Menurutnya, setiap kepala keluarga perlu memiliki fondasi ekonomi mandiri melalui usaha kecil yang disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.
“Setiap Kepala Keluarga di desa sebaiknya memiliki usaha kecilan. Lihat peluang yang ada, baik dari sektor perkebunan, peternakan, maupun potensi lain yang bisa dikembangkan,” bebernya.
Melalui forum Musrenbang ini, Mendan berharap seluruh usulan yang disampaikan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, sehingga program pembangunan yang direncanakan dapat tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.(*)

















