TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus menggenjot potensi pendapatan daerah dari semua sektor, salah satunya dari sumber retribusi Pasar Induk Tanjung Selor. Dalam sehari pendapatan daerah dari sumber retribusi tersebut mencapai kisaran Rp 500 sampai Rp 1 juta dalam satu pintu masuk. Namun, bisa bertambah tergantung daripada intensitas pengunjung Pasar.
Pasalnya, pendapatan retribusi tersebut bisa meningkat jika di hari Sabtu dan Minggu. “Kalau di hari libur jumlahnya bisa bertambah, karena jumlah pengunjung meningkat,” ujar salah seorang petugas parkir Pasar Induk, Syarifudin, Kamis (7/5/2025).
Jumlah tersebut, sambungnya merupakan hasil pungutan dari tiap pintu masuk Pasar Induk. Setiap kendaraan yang masuk, dikenakan retribusi bervariatif, kalau motor retribusinya Rp 2 ribu dan Mobil Rp 4 ribu. Hasilnya diserahkan ke UPT Pasar Induk Tanjung Selor untuk kemudian diserahkan ke Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan perdagangan (DKUKMPP) Bulungan. “Kita setornya pada sore hari ke UPT Pasar,” tuturnya.
Dia mengisahkan masih minimnya kesadaran pengunjung pasar dalam membayar retribusi. Untuk itulah, diharapkan ada peran serta pemerintah daerah dalam membenahi Pasar Induk karena dengan begitu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mereka membayar retribusi. (ya)

















