TANJUNG SELOR – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus, para pedagang musiman mulai bermunculan di sejumlah titik di Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Salah satunya adalah Hardiani, penjual bendera merah putih yang telah lima tahun terakhir rutin berjualan di sepanjang Jalan Sengkawit, Tanjung Selor.
Hardiani mengungkapkan, penjualan bendera setiap tahunnya tidak selalu stabil. “Kadang banyak yang beli, kadang juga sepi. Biasanya mulai ramai kalau sudah mendekati bulan Agustus,” ujarnya saat ditemui media, Selasa (22/7/2025).
Jenis bendera yang dijual pun cukup beragam, mulai dari ukuran kecil untuk keperluan rumah tangga hingga ukuran besar yang biasa digunakan sebagai latar belakang di kantor atau instansi pemerintahan.
“Kalau ukuran besar, harganya bisa sampai Rp300 ribu, bahkan ada yang Rp500 ribu, tergantung jenis kainnya. Ada yang tebal, ada juga yang tipis,” jelasnya.
Dari berbagai jenis yang ditawarkan, bendera merah putih ukuran rumah tangga menjadi yang paling diminati. Sementara untuk instansi atau lembaga, biasanya mereka mencari bendera berukuran besar untuk keperluan dekorasi halaman atau ruangan.
Setiap hari, Hardiani mulai membuka lapaknya sejak pukul 09.00 WITA dan biasanya tutup sekitar pukul 18.00 WITA. “Kalau lagi ramai, bisa lanjut sampai Magrib,” tambahnya.
Menariknya, seluruh barang dagangan ia dapatkan dari seorang pemasok di Pulau Jawa. “Saya hanya menjualkan saja. Barang dikirim dari Jawa, lalu saya pasarkan di sini setiap tahun,” tuturnya.
Meski bersifat musiman, usaha ini tetap dijalani dengan penuh semangat. Bagi Hardiani, berjualan bendera bukan semata soal mencari keuntungan, tetapi juga bagian dari menyemarakkan semangat kemerdekaan di tengah masyarakat. (*)
















