TANJUNG SELOR – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) dalam komitmen membangun ekosistem inovasi daerah yang sistematis dan berkelanjutan, menggelar Workshop Penguatan Tata Kelola Inovasi Daerah untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar.
Kegiatan Workshop yang digelar sebagai upaya mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan. yang saat ini di Pemprov Kaltara masih di dominasi oleh bidang lain selain pelayanan dasar.
Kepala Bappeda Litbang Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Bertius, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini masih dihadapkan pada tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.
“Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Melalui inovasi, kita bisa menghadirkan pelayanan dasar yang lebih cepat, transparan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Bertius, Selasa (11/11/2025).
karena itu, inovasi menjadi penting dalam mendorong perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Utara 2025–2029, telah ditetapkan target Indeks Inovasi Daerah (IID) berada pada kategori sangat inovatif dengan nilai 65,00.
“Target ini mencerminkan komitmen kuat Pemprov kaltara dalam membangun budaya inovasi di seluruh perangkat daerah.” jelasnya.
Pemprov Kaltara juga telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang Riset dan Inovasi. Perda ini menjadi penting dalam membangun sistem riset dan inovasi yang terintegrasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Pada tahun mendatang, kebijakan tersebut akan diturunkan melalui Peraturan Gubernur tentang Inovasi Daerah, yang akan mengatur tata kelola inovasi, mekanisme dokumentasi, evaluasi, hingga pemberian insentif bagi para inovator di lingkungan pemerintahan.
“Melalui kombinasi kebijakan yang kuat dan dukungan kelembagaan yang terarah, kita ingin memastikan bahwa inovasi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja aparatur dan manajemen pembangunan daerah,” tegasnya.
Workshop ini diharapkan menjadi wadah belajar bersama, sekaligus memperkuat dan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia pendidikan, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, Kalimantan Utara mampu menjadi daerah yang semakin inovatif, kompetitif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.(via)

















