MALINAU – Pemerintah Pusat menargetkan Kabupaten Malinau sebagai salah satu Kabupaten yang menopang sentra produksi padi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP Kementan, Muhammad Amin menyampaikan itu, pada saat melangsungkan penanaman padi lokal di Malinau.
Dia didampingi serta oleh Kelompok Tani Mangris Lestari serta forkopimda setempat. Penanaman padi lokal tersebut diareal seluas 3 hektar dari total 300 hektar yang tersedia.
“Program ini bertujuan meningkatkan frekuensi tanam dari sekali menjadi dua kali setahun,” katanya.
Penanaman padi di lahan seluas 150 hektar, juga direncanakan rampung pada akhir September. Kemudian, ada tambahan 150 hektar pada Oktober 2024 lalu.
“Target ini menjadikan Malinau sebagai sentra produksi padi di Provinsi Kalimantan Utara, dan memberi kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan Nasional,” tukasnya.
Dengan keberhasilan PAT di Malinau, Kementan optimistis Indonesia dapat menghadapi tantangan krisis pangan global. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan teknik pertanian inovatif demi mewujudkan kemandirian pangan di seluruh Indonesia.
Terpisah Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiyono menambahkan lahan sentra produksi pangan di Kaltara telah disediakan. Untuk lokusnya, tersebar di beberapa Kabupaten dan Kota salah satunya di Kabupaten Malinau.
“Lahan sentra produksi pertanian ini salah satunya di Malinau,” tuturnya.
Langkah yang dilakukan saat ini diharapkan dapat memudahkan pemerintah mwujudkan ketahanan pangan baik di daerah maupun skala nasional.(rdk)

















