TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mendapat kepercayaan nasional. Pada tahun 2026 mendatang, Kaltara ditetapkan sebagai tuan rumah forum besar lintas provinsi yang tergabung dalam Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kasulampua), sebuah konsorsium strategis yang melibatkan 19 provinsi dari kawasan timur Indonesia.
Forum Kasulampua dikenal sebagai wadah penting dalam penyelarasan pembangunan regional, terutama terkait isu ekonomi makro seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), strategi pertumbuhan, dan arah kebijakan pembangunan antarprovinsi.
Melalui forum ini, provinsi-provinsi anggota dapat menyelaraskan langkah, mengonsolidasikan data, sekaligus merumuskan strategi bersama untuk meningkatkan daya saing wilayah.
“Forum konsultasi regional Kasulampua ini merupakan gabungan provinsi dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Untuk kegiatan di Kaltara dijadwalkan berlangsung pada April 2026,” ujar Plt. Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda-Litbang Kaltara, Dian Suryanata, saat ditemui awak media, Selasa (18/11/2025).
Menurut Dian, penunjukan Kaltara sebagai tuan rumah menjadi momentum berharga karena kegiatan ini melibatkan lintas instansi strategis. Bappeda dan Litbang Kaltara bertindak sebagai leading sector, berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) serta Bank Indonesia perwakilan Kaltara.
“Perwakilan dari seluruh provinsi anggota Kasulampua InsyaAllah akan hadir. Ini merupakan event berskala besar karena sifatnya regional dan membahas isu-isu fundamental,” jelasnya.
Hingga saat ini persiapan terus dimatangkan, rangkaian persiapan terus digarap melalui rapat koordinasi intensif lintas sektor. Dian menyebutkan, forum ini tidak sekadar seremoni, tetapi jantung pembahasannya menyangkut arah masa depan ekonomi kawasan timur Indonesia.
“Lewat forum ini kita akan membahas banyak hal, termasuk pertumbuhan ekonomi dan bagaimana merumuskan kebijakan yang mampu mendongkrak PDRB di wilayah Kasulampua,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya forum ini disosialisasikan secara luas, sebab keputusan dan strategi yang dihasilkan akan berdampak langsung pada masyarakat, baik dalam skala ekonomi makro maupun mikro.
Disamping itu, lanjut Dian akan ada efek domino yang dihasilkan secara langsung lewat forum ini, yakni hotel bisa terisi penuh, dan UMKM ikut mengeliat. Selain manfaat strategis dalam sektor perencanaan pembangunan, kehadiran ratusan peserta dari berbagai provinsi juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi langsung bagi Ibu Kota Kaltara.
“Perhitungan kami, hotel-hotel akan penuh. Diperkirakan ada sekitar 350 peserta yang hadir, kebanyakan setingkat pimpinan. Jumlah itu belum termasuk pendamping, sehingga secara otomatis aktivitas ekonomi akan tergerakkan,” jelas Dian.
Ia menambahkan, forum ini dapat sekaligus menjadi ajang promosi daerah untuk memperkenalkan wajah Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa menggerakkan perekonomian Bulungan sekaligus memperkenalkan bagaimana Ibu Kota Kaltara di Tanjung Selor itu berkembang,” tukasnya.
Dari sisi persiapan teknis, Dian menyebut pemerintah provinsi telah membentuk panitia pelaksana melalui SK Gubernur Kaltara. Salah satu langkah awal yang telah berjalan adalah pengoperasian website resmi Kasulampua, yang memuat, Data PDRB dan ekonomi seluruh provinsi anggota, Informasi kegiatan Kasulampua, Daftar hotel, kuliner, serta destinasi wisata sesuai provinsi tuan rumah hingga Informasi pelaksanaan forum di Kaltara tahun 2026.
“Website itu sudah running, berisi data-data ekonomi Kasulampua dan informasi kegiatan. Tahun depan informasinya akan disesuaikan dengan lokasi penyelenggaraan. Minggu ini atau minggu depan kita akan gelar rapat lanjutan untuk mematangkan persiapan,” tutupnya.(*)

















