TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Achamd Djufrie memandang semangat kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ke-81 tahun 2026 di penjuru perbatasan Indonesia Kalimantan Utara (Kaltara) terlihat sangat jelas.
Hal itu disampaikannya melihat perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pembangunan di Kaltara. Meskipun, tidak bisa dipungkiri masih ada beberapa item pembangunan yang memang harus dibenahi.
“Kalau saya melihat sebenarnya kita sudah sangat merdeka. Cuman ada beberapa item kita yang perlu dibenahi seperti jalur-jalur perbatasan,” kata Ketua DPRD Kaltara, Achamd Djufrie kepada wartawan, kemarin.
Meskipun demikian, kata dia tidak semua item dalam kehidupan ini yang kurang. Artinya cuma di jalan-jalan saja seperti perbatasan yang dikeluhkan beberapa bulan terakhir.
“Artinya jangan gara-gara satu jalan yang bermasalah, kita dianggap tidak merdeka. Mungkin ada yang lain, kan banyak sekali unsur-unsur lain yang membuat kita hidup tenang di negeri ini,” tegasnya.
Pria yang dikenal dengan sebutan Habib ini menegaskan dibandingkan di Negara lain yang banyak kontroversi. Warga Negara Indonesia termasuk di Kaltara patut bersyukur bisa hidup aman nyaman dan tentram di Negara Republik ini.
“Kita harusnya bersyukur lahir di Negara Indonesia tercinta ini. Tidak seperti negara lain yang negaranya hancur, carut-marut. Kita sudah Alhamdulillah. Sehingga tidak menjadi alasan lagi semangat kemerdekaan ini terus kita gaungkan,” bebernya.
Kemerdekaan itu harus dimaknai secara luas. Olehnya itu dia mengajak untuk bersama-sama menikmati kekayaan Negara Indonesia serta semangat pemerintah menata dan membangun daerahnya masing-masing di tengah keterbatasan.
“Terutama listrik. Kita di Kaltara aliran penerangan itu sudah sampai di pelosok negeri. Hampir tidak ada lagi yang sudah tidak berlistrik, itu menandakan kita sudah merdeka. Kita bisa melihat dengan listrik itu manffatnya ada penerangan, kita bisa mengakses internet, menonton TV sampai di pelosok. Cuman ke depan mungkin 2027 pemerintah provinsi lebih fokus lagi memperhatikan wilayah perbatasan,” tegasnya.
Politisi Gerindra ini menambahkan warga perbatasan membutuhkan infrastruktur jalan yang memadai, alur transportasi lancar dan kemudahan mendapatkan bahan pokok.
“Masyarakat kita yang ada disana (Krayan red) membutuhkan moda transportasi yang laik untuk memasarkan produk-produk lokal mereka maupun untuk transportasi ekonomi lokal,” tegasnya.(*)

















