TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan kawasan ekonomi hijau berbasis ekologi.
Komitmen tersebut telah dijalankan sejak 2023 hingga 2026 melalui berbagai kebijakan yang diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan salah satu upaya itu diwujudkan melalui program yang berkaitan dengan kompetisi Bulungan Hijau. Program ini tidak hanya mendorong pemerintah desa untuk menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan dukungan anggaran sebagai stimulus bagi desa dalam menjalankan berbagai kegiatan berbasis ekologi.
“Program ini kita kemas melalui program transfer anggaran kabupaten yang berbasis ekologi langsung kepada teman-teman di desa,” ujar Syarwani.
Program yang dikenal dengan Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) tersebut menjadi salah satu inovasi yang digagas Pemerintah Kabupaten Bulungan.
Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya memberikan ruang yang lebih besar kepada desa untuk berperan dalam menjaga kawasan dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Menurut Syarwani, pendekatan pembangunan berbasis ekologi menjadi penting karena upaya menjaga lingkungan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat yang berada di sekitar kawasan dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
“Akan tetapi semangat untuk menjaga kawasan, semangat untuk meningkatkan ekonomi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan, baik kawasan utama maupun di luar itu bisa kita support melalui kebijakan daerah dalam bentuk transfer anggaran berbasis ekologi,” tuturnya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran bersama di tingkat desa bahwa keberadaan kawasan yang terjaga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Pemerintah desa juga didorong untuk mengembangkan program yang mampu menghubungkan kepentingan konservasi dengan penguatan ekonomi lokal.
Melalui TAKE, pemerintah daerah ingin mendorong agar pembangunan di tingkat desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Bulungan membangun model pembangunan yang menempatkan aspek ekologis sebagai salah satu pertimbangan utama. Dengan dukungan anggaran dan kebijakan, desa diharapkan semakin aktif menjaga kawasan sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bulungan pun berkomitmen agar pengembangan ekonomi hijau tidak berhenti pada program atau kebijakan semata, tetapi dapat menjadi gerakan bersama antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan sumber-sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.(*)

















