TANJUNG SELOR – Pembangunan kawasan transmigrasi di Kabupaten Bulungan pada 2026 masih difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bulungan menyebutkan, tahun ini pembangunan yang dilakukan di kawasan transmigrasi berupa jalan semenisasi yang berada di Satuan Permukiman (SP) 4.
Pembangunan itu menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulungan tahun 2026.
Kepala Disnakertrans Bulungan Hasanuddin melalui Kepala Bidang Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi, Yohanis Kanan, membenarkan pembangunan tersebut.
“Iya, itu hanya berupa pembangunan jalan semenisasi di SP 4,” ucap Yohanis kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan akses jalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi. Selain mempermudah mobilitas warga, infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat membuka akses dari kawasan permukiman menuju wilayah lainnya.
Menurut Yohanis, pembangunan jalan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada titik yang saat ini dikerjakan. Pihaknya berharap, ke depan akses jalan dapat dilanjutkan hingga menuju kawasan Teluk Inding SP 4.
Dengan adanya pembangunan lanjutan, konektivitas antarwilayah di kawasan transmigrasi diharapkan semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari.
Selain akses menuju kawasan permukiman, Disnakertrans Bulungan juga berharap pembangunan infrastruktur nantinya dapat diarahkan hingga ke pelabuhan penyeberangan.
Akses menuju pelabuhan dinilai akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi air, terutama untuk menunjang mobilitas dari dan menuju kawasan transmigrasi.
“Kita berharap dan mudah-mudahan pembangunannya sampai ke pelabuhan speed besar,” tuturnya.
Yohanis berharap pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun akan datang.
Menurutnya, pembangunan secara bertahap diperlukan supaya akses yang tersedia tidak hanya terpusat pada satu titik, tetapi mampu menghubungkan kawasan permukiman dengan sejumlah fasilitas dan wilayah di sekitarnya.(ns)

















