TANJUNG SELOR – Komoditas kelapa dan cabai menjadi dua potensi pertanian di kawasan transmigrasi Salimbatu, Kabupaten Bulungan, yang akan dikaji lebih lanjut untuk dikembangkan hingga tahap hilirisasi.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi pada Disnakertrans Bulungan, Jarwo kepada awak media.
Jarwo menjelaskan, kajian ini merupakan kelanjutan dari identifikasi komoditas unggulan yang dilakukan pada tahun sebelumnya oleh Universitas Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan salah satu daripadda program pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan.
Berdasarkan hasil kajian sebelumnya, terdapat empat komoditas yang dinilai menjadi potensi di kawasan transmigrasi Salimbatu. Keempatnya yakni padi, kelapa, cabai dan bawang daun atau bawang breh.
“Tahun kemarin masih identifikasi. Dari hasil rekomendasi dari ITB kemarin itu komoditas yang di kawasan transmigrasi di Salimbatu ada empat komoditas. Yakni ada padi, kemudian kelapa, ada lombok dan bawang daun atau bawang breh,” jelas Jarwo.
Sementara untuk tahun ini, pengkajian akan lebih diarahkan pada pengembangan produk dari komoditas tertentu agar tidak berhenti pada hasil produksi pertanian belaka.
“Untuk tahun ini yang akan dicoba dikaji untuk hilirisasi produknya itu yaitu untuk komoditas kelapa sama cabai,” ujarnya.
Menurut Jarwo, kajian itu merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Transmigrasi dengan perguruan tinggi ITB. Tim dari perguruan tinggi ini akan melihat potensi komoditas sekaligus peluang pengembangannya.
Sebelumnya, kajian yang dilakukan IPB berfokus pada identifikasi komoditas unggulan kawasan transmigrasi. Sementara ITB melakukan kajian mengenai evaluasi kawasan, termasuk sarana dan prasarana yang masih perlu dikembangkan.
Adapun Universitas Indonesia (UI) melakukan kajian terkait kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi Salimbatu.
“Tahun ini untuk kelanjutan dari ITB. Jadi intinya temanya tahun ini untuk hilirisasi terkait produk unggulannya,” pungkasnya.(ns)

















