TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan pelajar SMAN 1 Tanjung Selor yang berhasil meraih juara III tingkat nasional dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Gedung MPR RI.
Prestasi tersebut dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bulungan sekaligus kado istimewa dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Syarwani memberikan apresiasi atas perjuangan, kerja keras dan usaha para pelajar SMAN 1 Tanjung Selor hingga mampu mengharumkan nama Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Bulungan, di tingkat nasional.
“Tentu ini menjadi kebanggaan kita dan mudah-mudahan putra-putri kita yang menjuarai lomba cerdas cermat empat pilar kebangsaan bisa menjadi duta-duta kita dalam upaya penanaman nilai-nilai Pancasila, khususnya kepada generasi muda di tingkat satuan pendidikan,” ujar Syarwani.
Menurutnya, pencapaian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sebuah prestasi, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kabupaten Bulungan. Nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila, kata dia, perlu terus ditanamkan dan diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif maupun prestasi.
“Saya berharap anak-anak asal Bulungan bisa menjadikan pencapaian ini sebagai contoh. Mudah-mudahan ke depan upaya yang kita lakukan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila bisa kita implementasikan melalui prestasi-prestasi yang bisa ditorehkan dan dapat membanggakan seluruh warga masyarakat Kabupaten Bulungan,” tuturnya.
Syarwani mengungkapkan, dirinya sempat melepas secara langsung para pelajar tersebut sebelum berangkat mengikuti kompetisi tingkat nasional. Pelepasan dilakukan di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor.
“Saya yakin mungkin ada putra-putri atau ponakan kita. Karena kemarin saya melepasnya secara langsung di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor dan bertemu dengan putra-putri kita yang ikut mewakili Kalimantan Utara dari SMA 1 Tanjung Selor,” ucapnya.
Lebih lanjut, Syarwani menegaskan bahwa upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), satuan pendidikan, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat.
“Upaya dan dukungan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya dilaksanakan sendiri. Tentu jajaran bersama Forkopimda melalui koordinasi dan berbagai macam kegiatan bersama ini menjadi sesuatu yang terus kita lakukan,” jelasnya.
Di sisi lain, Syarwani menyadari tantangan dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda saat ini semakin kompleks. Keterbukaan informasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai macam informasi.
“Sekalipun kami juga menyadari tantangan kita hari ini bukan mudah, tapi cukup berat karena di tengah keterbukaan informasi itu menjadi hal yang harus patut kita waspadai,” terang Syarwani.
Ia mengingatkan agar perkembangan arus digitalisasi tidak sampai memengaruhi cara pandang dan pola pikir generasi muda melalui konten-konten negatif yang beredar di media sosial.
“Kita mengharapkan penanaman nilai-nilai etika dan karakter sebagai warga masyarakat Kabupaten Bulungan yang bisa kita pastikan tidak akan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai itu harus benar-benar terus kita hidupkan dan terus kita wariskan kepada anak cucu kita di Kabupaten Bulungan,” pungkasnya.(ns)

















