TANJUNG SELOR – Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad Bidang Pembinaan Teritorial Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Brigadir Jenderal (Brigjen) Boemi Ario Bimo, meresmikan Kampung Pancasila yang berlokasi di Jalan Gelatik, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Jumat (28/8/2026).
Brigjen Boemi Ario Bimo yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penilai Kampung Pancasila, turut melihat langsung berbagai kegiatan pembinaan teritorial, termasuk penataan dan pengelolaan ketahanan pangan yang dilakukan Kodim 0903 Bulungan.
Ia mengatakan, kehadirannya di Kabupaten Bulungan merupakan bagian dari agenda penilaian Kampung Pancasila yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa dan kelurahan.
“Saya selaku Ketua Tim Penilai Kampung Pancasila berkenan hadir di sini dalam rangka penilaian Kampung Pancasila,” ujarnya.
Menurutnya, penilaian Kampung Pancasila terdapat lima kriteria utama yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu isu strategis dan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
“Ketahanan pangan ini merupakan konsen dan perhatian dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Karena sumber kehidupan masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, salah satunya adalah pangan. Kemudian, pesan Presiden terkait pentingnya ketahanan pangan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan Kampung Pancasila di berbagai daerah.
“Penyampaian Bapak Presiden soal ketahanan pangan ini adalah hal yang sangat penting sekali,” katanya.
Kriteria kedua yakni pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, keberadaan UMKM di tingkat desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.
Pengembangan UMKM, kata dia, tidak hanya sebatas menghasilkan produk, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas, pengemasan, hingga strategi pemasaran supaya produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Intinya mungkin kegiatan semacam home industry yang ada di tengah masyarakat,” tuturnya.
Selanjutnya, aspek ketiga yang menjadi perhatian adalah keberadaan dan peran Karang Taruna. Ia mendorong agar organisasi kepemudaan dapat melibatkan seluruh lapisan generasi muda dalam berbagai kegiatan yang positif.
“Biasanya kalau Karang Taruna mungkin SMP, SMA, dan kali ini libatkan semuanya,” tambahnya.
Supaya kegiatan positif menyasar semua kalangan, termasuk generasi muda dan lebih kreatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki di tiap daerah.
Kriteria keempat berkaitan dengan aspek keamanan dan pertahanan. Meskipun kondisi keamanan dan ketenteraman masyarakat di wilayah tersebut dinilai sudah berjalan baik, upaya pencegahan dan deteksi dini tetap harus diperkuat.
“Kita harus antisipasi segala kejahatan yang ada. Kita perlu deteksi dini sebelum hal yang lebih besar terjadi,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan sistem keamanan lingkungan seperti pos ronda atau pos kamling perlu terus dioptimalkan. Hal ini penting guna mencegah potensi gangguan keamanan dan tindakan kriminal di lingkungan masyarakat.
“Saya sudah melihat, jadi mulai dari pos kamling dan lain sebagainya ini perlu ditingkatkan lagi. Sehingga keamanan yang khususnya berada di desa yang ada di wilayah di sini bisa dideteksi sedini mungkin supaya tetap aman,” jelasnya.
Sementara kriteria terakhir yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan media sosial. Di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat, masyarakat diharapkan dapat menggunakan media sosial secara bijak sekaligus memanfaatkannya sebagai sarana untuk mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki Kampung Pancasila.(ns)

















