TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu dari 38 provinsi di Indonesia yang dilirik oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk rencana pembangunan Sekolah Garuda.
Peninjauan lokasi dilakukan menyusul adanya pengajuan dari masing-masing provinsi. Kaltara dinilai memiliki potensi yang kuat untuk menjadi lokasi pembangunan salah satu dari 20 Sekolah Garuda baru yang akan dibangun pemerintah.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stela Christea, saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjung Selor, ibu kota Kaltara, baru-baru ini.
“Tahun ini ada 20 Sekolah Garuda baru dan 20 Sekolah Garuda transformasi yang akan dibangun. Keduanya akan kami buka untuk umum,” ujarnya.
Meski begitu, kepastian pembangunan di Kaltara masih menunggu hasil peninjauan lapangan. Christea menyebutkan, saat ini pihaknya tengah menilai kesesuaian lokasi untuk mendirikan sekolah tersebut.
“Kaltara sedang dalam tahap peninjauan. Kami akan menentukan apakah wilayah ini cocok untuk Sekolah Garuda baru. Secara potensi, Kaltara sangat memenuhi syarat karena belum ada sekolah sejenis di sini,” jelasnya.
Jika disetujui, pembangunan Sekolah Garuda di Kaltara direncanakan akan dimulai pada tahun 2026, dengan target pembukaan pada tahun ajaran 2027–2028.
“Saat ini masih dalam tahap kemungkinan. Karena itu kami melakukan pengecekan lokasi terlebih dahulu,” tambahnya.
Ia menjelaskan, program pembangunan Sekolah Garuda merupakan bentuk kesempatan yang diberikan pemerintah pusat kepada seluruh daerah untuk mengajukan usulan secara langsung.
“Kaltara telah menyampaikan usulan yang sangat baik dan lengkap, sehingga masuk dalam daftar shortlist kami,” terangnya.
Lebih lanjut, Prof. Christea menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari amanah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan seperti Kaltara.(*)

















