TANJUNG SELOR – Pemerintah pusat memberi tenggat dua tahun bagi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk mewujudkan swasembada pangan. Namun Gubernur Zainal Arifin Paliwang justru yakin target itu bisa tercapai hanya dalam enam bulan.
“Kita sangat optimis. Anggaran yang diberikan cukup besar, mencapai Rp500 miliar. Ini akan digunakan untuk mencetak sawah dan memaksimalkan lahan 7.000 hektare yang tersedia,” ujar Gubernur Zainal, Kamis (8/5/2025).
Hal itu disampaikan seiring dengan adanya permintaan Mentan untuk dijadikan Kaltara sebagai Provinsi swasembada pangan. Selama ini, Kaltara masih mengimpor sekitar 60 ribu ton beras per tahun. Dengan swasembada, pemerintah berharap kebutuhan dalam daerah bisa dipenuhi sendiri, bahkan membuka peluang ekspor ke provinsi lain.
Gubernur juga mengungkapkan rasa syukur atas perhatian khusus dari Kementerian Pertanian terhadap daerah perbatasan seperti Kaltara. “Kalau program nasional bisa dituntaskan dalam 6 bulan, kita juga optimis bisa,” tegasnya.
Pusat produksi beras terbesar di Kaltara, kata Gubernur akan difokuskan di Kabupaten Bulungan.(ts)

















