DENPASAR — Bupati Bulungan, Syarwani menjadi salah satu narasumber dalam sesi seminar bertema “Hutan untuk Iklim: Inisiatif Daerah dan Partisipasi Pemerintah” pada rangkaian Pekan Iklim Bali, beberapa waktu lalu.
Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, komunitas adat, hingga praktisi internasional untuk membahas peran strategis hutan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Dalam paparannya, Syarwani menegaskan bahwa isu perubahan iklim tidak dapat dilepaskan dari konteks lokal.
Menurutnya, inisiatif di tingkat daerah justru menjadi fondasi utama dalam menjaga hutan sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.
“Hutan bukan hanya soal karbon dan iklim global, tetapi juga soal identitas, pangan, dan masa depan masyarakat lokal. Karena itu, Bulungan memilih membangun paradigma pembangunan yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Syarwani.
Ia menekankan bahwa pendekatan pembangunan hijau harus berangkat dari kondisi sosial, budaya, dan kearifan lokal agar kebijakan iklim tidak berhenti sebagai agenda global semata, tetapi benar-benar berdampak di tingkat tapak.(*)

















