TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, membuka Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan Sosialisasi Elektronifikasi Bantuan Sosial Non Tunai (BNST) bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH), yang digelar di Ruang Tenguyun, Lantai II Kantor Bupati, belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan sosial (bansos) secara simbolis kepada 120 warga dari wilayah Tanjung Selor dan Tanjung Palas.
Jenis bantuan yang disalurkan mencakup bantuan bagi korban bencana, jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan, bantuan bagi relawan Tagana, serta distribusi Kartu Kesejahteraan Sosial dari BRI sebagai upaya peningkatan inklusi keuangan.
Bupati menyampaikan harapannya agar dengan dukungan Bank Indonesia dan mitra perbankan, elektronifikasi bantuan sosial dapat mendorong penyaluran yang lebih transparan, akuntabel, aman, dan mudah diakses masyarakat.
Disebutkan, total nilai bantuan sosial yang disalurkan di Kabupaten Bulungan mencapai sekitar Rp19,7 miliar per tahun. Rinciannya, sebanyak 4.758 keluarga penerima PKH mendapat bantuan Rp13,2 miliar, dan 2.726 jiwa penerima BPNT/sembako menerima Rp6,5 miliar per tahun.
Bupati juga mengingatkan bahwa penerima manfaat PKH memiliki tanggung jawab untuk menyekolahkan anak, menjaga kesehatan keluarga, serta aktif dalam kegiatan yang mendorong kemandirian. Ia menekankan bahwa bantuan yang diterima sebaiknya tidak hanya digunakan untuk konsumsi, melainkan juga dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha keluarga.(*)

















