TANJUNG SELOR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menekan dan menurunkan angka kemiskinan di wilayah Kaltara.
Langkah ini menjadi salah satu fokus strategis pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Bertius, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan proyeksi tingkat kemiskinan jangka panjang.
Berdasarkan analisis tersebut, angka kemiskinan Kaltara diperkirakan dapat ditekan hingga mencapai 2,90 persen pada tahun 2030.
“Sementara data kemiskinan per Maret 2025 masih berada di angka 5,54 persen. Jadi, dari 5 persen ke 2 persen itu tidak sedikit penurunannya. Karena ini berkaitan langsung dengan kondisi masyarakat, sehingga pekerjaan rumah kita masih panjang dan membutuhkan penguatan program penanggulangan kemiskinan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” jelas Bertius.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah di kabupaten dan kota harus terus memperkuat koordinasi dan kerja sama. Menurutnya, percepatan penurunan kemiskinan tidak dapat dicapai hanya melalui intervensi pemerintah, melainkan harus didukung berbagai sektor.
“Kalau melihat tren memang ada penurunan, tetapi angkanya masih kecil. Sementara dari sisi anggaran kita terbatas. Karena itu, kolaborasi dengan pihak dunia usaha yang sudah eksisting di Kaltara sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Pendekatan yang digunakan pemerintah saat ini adalah mendorong sinergi dan kolaborasi multipihak, termasuk melibatkan dunia usaha melalui pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih terarah.
Upaya ini bertujuan menjembatani pemerintah dan sektor swasta agar bantuan CSR dapat tersalurkan dengan tepat sasaran, tepat guna, dan tepat manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Lewat cara ini, kita berharap angka kemiskinan dapat ditekan dan target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat bisa tercapai,” pungkas Bertius. (*)
















