TANJUNG SELOR –Upaya membuka akses energi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) kembali diperkuat Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Tahun ini, satu lembaga penyalur BBM satu harga segera hadir di Desa Long Mutan, Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan.
Sales Branch Manager (SBM) Kaltimtara V Fuel, Muhammad Naufal Atiyah, menyebutkan pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan selesai November 2025. Dengan begitu, masyarakat sudah bisa menikmati layanan resmi pada Desember.
“November bangunan harus rampung, sehingga bulan berikutnya langsung bisa beroperasi,” jelasnya.
Pembangunan SPBU ini ditempuh melalui dua mekanisme: percepatan pembangunan serta pembangunan reguler sesuai format standar nasional. Seluruh dokumen administratif telah tuntas, sementara proses penyediaan material masih berjalan. Setelah itu, akan dilakukan uji operasional sebelum diresmikan.
Dengan tambahan di Long Mutan, jumlah SPBU satu harga di kawasan 3T meningkat menjadi 34 unit dari sebelumnya 33.
“Sekarang ada 33 SPBU, nanti bertambah satu lagi sehingga total 34,” ungkap Naufal.
Program BBM satu harga sendiri merupakan kebijakan pemerintah yang dijalankan bersama Pertamina untuk mewujudkan keadilan energi, terutama bagi masyarakat perbatasan dan pedalaman.
“Kami berharap kehadiran SPBU ini bisa menekan beban warga yang selama ini membeli BBM dengan harga tinggi karena distribusi sulit,” tutupnya.(rdk)
















