TANJUNG SELOR — Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menghadiri perayaan Paskah Seksi Pelayanan Perempuan Sentral VI GKII Daerah Kayan Hilir yang dirangkaikan dengan peresmian gedung baru Gereja GKII Jemaat Pejalin di Desa Pejalin, Jumat (24/4/2026).
Dalam sambutannya, Ingkong Ala menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum spiritual untuk merefleksikan nilai pengorbanan, kasih, dan kemenangan Kristus atas dosa dan kematian.
“Paskah adalah pesan pengharapan, bahwa setelah kegelapan selalu ada terang, dan setelah penderitaan ada kemenangan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi berdirinya gedung baru GKII Jemaat Pejalin yang dinilai sebagai buah dari kerja keras, persatuan, dan komitmen jemaat. Menurutnya, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
“Jadikan gereja ini sebagai pusat pekabaran Injil, pendidikan, pemberdayaan, dan perdamaian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ingkong Ala menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam menjaga kebebasan beragama serta mendorong pembangunan spiritual sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak akan optimal tanpa ditopang landasan moral dan spiritual yang kuat. Karena itu, peran gereja sangat strategis dalam memperkuat ketahanan sosial di tengah berbagai tantangan zaman,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pelayanan gereja sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam membangun nilai-nilai kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Kaum perempuan diharapkan terus menjadi pelayan yang tangguh, ibu bangsa yang bijaksana, serta agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Peresmian gedung gereja ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi jemaat GKII Pejalin untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan sekaligus mempererat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Utara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus GKII wilayah Kayan Hilir. Hadir pula anggota DPRD Kaltara, Kornie Sherliany, Rangkaian acara diawali dengan prosesi penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, dan penyerahan kunci, kemudian dilanjutkan dengan ibadah serta ramah tamah.(*)

















