TANJUNG SELOR – Anggota DPD RI Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara), Marthin Billa, terus menggencarkan sosialisasi pemahaman Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut kali ini menyasar warga H. Tamrin Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (12/3/2026).
Sosialisasi yang dipusatkan di Jalan H. Tamrin Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan itu dihadiri kelompok Keluarga Besar Tebengang Lung.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis, di mana peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan.
Dalam pemaparannya, Marthin Billa menegaskan pentingnya pemahaman yang utuh dan bersama terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menyebut, empat pilar tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa di tengah berbagai tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.
Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, seperti menjunjung tinggi toleransi, menghormati perbedaan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
Sementara itu, UUD 1945 menjadi landasan konstitusional dalam penyelenggaraan negara yang harus dipahami agar masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Ia juga menekankan bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang majemuk.
“Keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa, termasuk yang ada di Kalimantan Utara, harus dijaga sebagai kekayaan, bukan justru menjadi sumber perpecahan. Sedangkan komitmen terhadap NKRI, lanjutnya, adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” bebernya.
Marthin Billa berharap melalui sosialisasi tersebut, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, khususnya di daerah perbatasan seperti Kalimantan Utara yang memiliki posisi strategis.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait kondisi sosial kemasyarakatan serta harapan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat wawasan kebangsaan di tingkat akar rumput.(*)

















