TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya memasuki babak baru. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah memastikan ketersediaan lahan setelah melalui proses panjang.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meninjau tiga lokasi yang diusulkan, namun tidak ada yang sesuai. Akhirnya, dipilih area perbukitan di belakang kantor DPRD Kaltara sebagai lokasi pembangunan.
Awalnya kebutuhan lahan diperkirakan 16 hektare, namun setelah perencanaan detail, jumlahnya ditambah menjadi 20 hektare. Pemerintah Provinsi Kaltara langsung menyetujui penambahan tersebut. Bahkan, hanya dalam waktu tiga hari, Badan Pertanahan Bulungan menerbitkan sertifikat baru atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi setelah dilakukan pemecahan dari dua sertifikat tanah milik Pemprov.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, mengapresiasi percepatan proses tersebut. Ia bahkan sempat berseloroh bahwa kerja cepat Badan Pertanahan layak dicatat dalam rekor MURI.
“Awalnya kebutuhan lahan hanya 16,9 hektare. Setelah ditelusuri, ternyata ada dua sertifikat milik Pemprov yang posisinya berdampingan. Maka diputuskan pemisahan, hingga akhirnya lahan 20 hektare bisa dipenuhi sesuai permintaan Kementerian,” jelas Zainal.
Ia menegaskan seluruh proses administrasi telah dilakukan sesuai aturan. “Kerjanya cepat, tapi tetap taat regulasi. Semua berkas dilengkapi sehingga tidak ada masalah dalam penerbitan sertifikat,” tambahnya.
Dengan selesainya proses lahan, Zainal berharap peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Garuda bisa dilakukan pada Oktober 2025.
“Kita doakan berjalan lancar. Kehadiran Sekolah Garuda akan menjadi kebanggaan Kaltara, sekaligus mencetak generasi yang mampu bersaing di tingkat internasional,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Legal dan Kerjasama Direktorat Bina Talenta, Carolina, menjelaskan sekolah ini dirancang sebagai institusi unggulan dengan fasilitas lengkap. Selain ruang kelas dan laboratorium untuk mata pelajaran sains seperti fisika dan biologi, akan disiapkan pula sarana olahraga dan asrama bagi siswa.
“Fokusnya pada pendidikan STEM: Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Tahap awal, setiap kelas akan menampung 20 siswa, dengan total delapan kelas atau 160 pelajar,” terangnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya fokus menuntaskan pembangunan fisik. “Lahan sudah siap, setelah itu sekolahnya dibangun terlebih dahulu. Untuk pengadaan sarana akademik akan dibicarakan lebih lanjut,” pungkas Carolina.(rdk)

















