TANJUNG SELOR – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Gedung BKPSDM, Jalan Agathis, Tanjung Selor, pada hari pertama, Jumat (8/8/2025) berjalan lancar.
Total 48 peserta yang terbagi dalam tiga kelas mengikuti materi dari pagi hingga pukul 17.00 wita. Ditemui usai pemberian materi, salah seorang penguji dari Lembaga Pikiran Rakyat, Firdaus Baderi, menjelaskan bahwa UKW penting bagi seorang wartawan karena dapat meningkatkan kompetensi, kemampuan, pengetahuan, serta pengembangan pribadi.
Dia menambahkan, perbedaan akan terlihat antara wartawan yang sudah melewati tahap uji kompetensi dengan yang belum. “Idealnya memang ada. Selama mengikuti UKW, ada perbedaan dalam sikap kerja, cara menulis berita, maupun komunikasi antara redaktur dan bawahan, sehingga mereka dapat lebih memahami tugasnya,” ujar Firdaus Baderi kepada media ini.
Terkait pelaksanaan ujian di hari pertama setelah pembukaan, Firdaus menyebut belum dapat memastikan siapa yang memiliki kompetensi sesuai standar atau tidak. “Kemungkinan besok (Sabtu red) baru bisa dilihat. Kalau dari grup saya, jika dia memang wartawan dan medianya aktif bekerja, saya kira mereka tidak akan mengalami kesulitan,” tuturnya.
Pada hari pertama UKW, Firdaus menyoroti ketepatan rundown acara dan waktu pelaksanaan di lapangan.
“Pagi tadi (Jumat, red) terjadi miskomunikasi. Harusnya ujian kompetensi dimulai pukul 08.00 WITA, tetapi peserta baru diinformasikan dan didaftarkan pada pukul tersebut. Standar di kami, pukul 08.00 WITA ujian sudah dimulai dan berlangsung hingga 17.00 WITA,” jelasnya.
Lewat ajang UKW, Firdaus berharap wartawan yang terlibat dapat menunjukkan perubahan dalam mengembangkan kapasitas dan potensi diri. “Tetap rendah hati dan terus menambah kemampuan. Kalau sebelumnya biasa-biasa saja, setelah kompetensi ini setidaknya mereka harus memiliki kepribadian yang lebih matang karena akan memperoleh sertifikasi kompetensi,” tandasnya.(via)

















