TANJUNG SELOR – Di tengah arus modernisasi, upaya memperkokoh fondasi kebangsaan terus digencarkan hingga ke pelosok Kalimantan Utara. Anggota DPD RI utusan Kaltara, Marthin Billa, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) yang kali ini dipusatkan di Desa Teras Nawang, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin parlemen, melainkan upaya strategis untuk menyegarkan kembali komitmen berbangsa di tingkat akar rumput. Kali ini, Marthin Billa secara khusus merangkul warga Lembaga Adat Dayak di Desa Teras Nawang sebagai audiens utama.
Dalam pemaparannya, Marthin menekankan bahwa masyarakat adat memiliki peran krusial sebagai penjaga moral dan perekat sosial di daerah. Nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Dayak dinilai sangat selaras dengan butir-butir Pancasila, terutama dalam hal gotong royong dan toleransi antar sesama.
“Empat pilar ini adalah pelindung bagi keberagaman kita. Tanpa pemahaman yang kuat, identitas bangsa kita bisa goyah. Oleh karena itu, masyarakat adat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keharmonisan ini,” ujar Marthin di hadapan para tokoh dan warga adat yang hadir.
Diskusi berlangsung hangat, di mana warga tidak hanya mendengarkan, tetapi juga menyampaikan aspirasi terkait tantangan menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman.
“Nilai dan jiwa nasionalisme ini harus terus ditanamkan bagi generasi penerus bangsa,” tukasnya.
Sosialisasi ini diharapkan mampu menguatkan rasa nasionalisme yang inklusif, di mana kemajuan daerah Kaltara tetap berpijak pada nilai-nilai luhur kebangsaan.(*)

















