TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menetapkan peningkatan daya saing daerah sebagai fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025.
Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Bertius, menegaskan bahwa langkah ini diambil karena posisi Kaltara yang berada di wilayah perbatasan sekaligus sebagai provinsi baru yang masih berkembang.
“Pemerintah berkewajiban memastikan Kaltara mampu bersaing. Daya saing ini mencakup banyak aspek, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Kaltara memiliki tiga kawasan strategis—perbatasan, pesisir, dan pedalaman—yang seluruhnya harus mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain daya saing, RPJMD juga menempatkan tata kelola pemerintahan sebagai prioritas. Menurut Bertius, kondisi geografis Kaltara yang cukup menantang tidak boleh menghambat pelayanan publik, khususnya di wilayah perbatasan. Karena itu, perangkat daerah didorong untuk terus berinovasi agar pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal.
Prioritas berikutnya adalah ketahanan ekologis. Dengan karakter geografis yang terdiri dari banyak pulau dan keanekaragaman alam, Kaltara dituntut menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan pembangunan.
“Keempat prioritas inilah yang menjadi arah pembangunan Kaltara dalam RPJMD 2025,” tutup Bertius.(rdk)

















