TANJUNG SELOR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang (Bappeda Litbang) Kalimantan Utara telah merumuskan dokumen perencanaan jangka panjang selama 20 tahun ke depan.
Dokumen tersebut diturunkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan.
“Dalam dokumen-dokumen itu, kita sudah merumuskan arah pembangunan Kaltara yang lebih inklusif, khususnya menuju pembangunan ekonomi hijau,” ujar Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Litbang Kaltara, Dian Suryanata.
Ia menjelaskan, hasil perencanaan tersebut berdasarkan analisis yang dilakukan Bappeda Litbang. “Kalau konteksnya kembali ke Bappeda, tugas utama kami adalah perencanaan dan koordinasi dengan perangkat daerah. Harapannya, dokumen itu bisa menjadi panduan atau deadline bagi perangkat daerah untuk melaksanakan program sesuai tema pembangunan yang sudah dikonsepkan,” terangnya.
Perencanaan ini disusun sejalan dengan visi kepala daerah terpilih periode 2025–2029, yaitu “Terwujudnya Fondasi Transformasi Kalimantan Utara yang Kokoh sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur, dan Berkelanjutan.”
“Dari visi tersebut, diturunkan delapan misi. Salah satunya berkaitan dengan sektor pertanian, yang mendukung terwujudnya transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tambahnya.
Fokus pembangunan dibagi di empat kabupaten dan satu kota. Setiap daerah diarahkan sesuai potensi unggulannya. Di Nunukan, misalnya, fokus pada sektor perikanan dan budidaya rumput laut. Sementara Kabupaten Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung diarahkan pada penguatan sektor pertanian, sedangkan Kota Tarakan difokuskan pada pengembangan industri.
“Target pencapaian ini sudah tertuang dalam dokumen perencanaan. Ada tahapan jangka menengah lima tahunan, dan pada 2029 nanti kita bisa melihat sejauh mana target-target yang telah kita tetapkan dapat terealisasi,” pungkasnya.(rdk)

















