Perlindungan Tenaga Kerja Jadi Perhatian Disnakertrans Bulungan

Perlindungan Tenaga Kerja Jadi Perhatian Disnakertrans Bulungan

17 September 2026
Masih Tentang Karhutla, Pemprov Perkuat Koordinasi

Masih Tentang Karhutla, Pemprov Perkuat Koordinasi

15 September 2026
Unras di KIHI Polisi Siagakan Puluhan Personel

Unras di KIHI Polisi Siagakan Puluhan Personel

15 September 2026
One Police Woman, Extraordinary Impact Jadi Tema HUT Polwan

One Police Woman, Extraordinary Impact Jadi Tema HUT Polwan

15 September 2026
Cegah Karhutla, Sosialisasi Jadi Solusi

Cegah Karhutla, Sosialisasi Jadi Solusi

15 September 2026
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
No Result
View All Result
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Opini
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Budaya
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Home Hukum

Reformasi Birokrasi Tidak Cukup Dengan Semboyan dan Singkatan

Penulis:  Alvian Mahardika

Redaksi Kaltara by Redaksi Kaltara
14 September 2026
0
Reformasi Birokrasi Tidak Cukup Dengan Semboyan dan Singkatan

OPINI-  Bagaimana jika imajinasi tentang birokrasi ideal itu tidak pernah terlintas di benak sebagian besar birokrat-birokrat kita?

RELATED POSTS

Perlindungan Tenaga Kerja Jadi Perhatian Disnakertrans Bulungan

Masih Tentang Karhutla, Pemprov Perkuat Koordinasi

Unras di KIHI Polisi Siagakan Puluhan Personel

Beruntunglah birokrat yang pernah kuliah S1 atau S2 di jurusan Administrasi Negara Tata Negara, atau Ilmu Politik. Setidaknya mereka pernah mendengar bagaimana mestinya negara bekerja, bagaimana posisi birokrasi dalam negara demokrasi, dan bagaimana hubungan ideal antara aparatur dengan warga negara.

Sebenarnya, tidak harus melalui jenjang kuliah. Setidaknya ada pula forum- forum seminar atau pelatihan bagi ASN yang memberikan pengetahuan tentang hal-hal tersebut. Namun, nampaknya jarang sekali yang memerhatikan.

Yang penting dapat sertifikat.
Bagi yang tidak pernah mendengar tentang idealisme itu, birokrasi yang baik itu mungkin sebatas yang sesuai regulasi, SOP juklak, juknis, petunjuk atasan, atau apa-apa yang sudah menjadi kebiasaan.

Kedua, mungkin saja ada yang menganggap bahwa birokrasi yang baik itu adalah yang menerapkan nilai ANEKA dan BerAKHLAK secara konsisten, murni, dan konsekuen.

Memang betul, dalam ANEKA, empati hadir melalui tuntutan untuk memberikan pelayanan yang santun, tulus, dan mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

Dalam BerAKHLAK, ia masuk ke dalam nilai Harmonis: menghargai setiap orang tanpa membedakan latar belakang, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.

Persoalannya, empati sering kali hanya diperlakukan sebatas salah satu butir nilai yang harus dihafalkan, atau cuma menjadi bagian kecil dari materi pelatihan tanpa penjabaran lebih lanjut.

Ketika sertifikat pelatihan terbit, ya sudah, selesai. Sejauh yang saya alami dan perhatikan, belum banyak pelatihan birokrasi yang benar-benar mengajak aparat untuk membedah secara serius apa itu empati, bagaimana empati terbentuk, mengapa manusia bisa memahami perasaan manusia lain, bagaimana posisi kekuasaan memengaruhi empati, dan yang paling penting: bagaimana menggunakan kewenangan yang diberikan oleh negara secara empatik kepada warganya.

Di balik nomor antrean, atau pengisian formulir, ada orang-orang yang punya persoalan, dan mungkin membutuhkan solusi. Maka kalau memang serius ingin mereformasi birokrasi, mungkin yang perlu ditanamkan bukan sekadar jargon baru, melainkan fondasi berpikir yang lebih mendasar: Pertama, teori tentang terbentuknya negara. Aparat perlu memahami mengapa manusia membentuk negara, untuk apa negara dibentuk, dari mana kewenangan negara berasal, dan mengapa kewenangan tersebut kemudian dipercayakan kepada aparatur Kedua, demokrasi.

Demokrasi bukan sekadar terlaksananya pemilu secara rutin, tetapi bagaimana warga negara punya keterlibatan dengan pemerintah dalam proses pengamnbilan kebijakan. Sehingga di iklim demokratis, birokrat harusnya punya skill berdialog dan menjadi pendengar yang baik.
Artinya, ada dualitas (hubungan timbal balik dua arah) antara pemerintah dan rakyat Atau dalam hal ini, ada dialog antara aparat dengan warga negara ketika terjadinya proses pelayanan publik.

Minimal, ada interaksi manusiawi antara petugas dan orang yang dilayaninya ketika di loket. Tidak cukup dengar Survey Kepuasan Masyarakat via google form atau Kotak Kritik dan Saran.
Teori terbentuknya negara dan teori demokrasi penting agar seorang birokrat tidak merasa bahwa kewenangan adalah mutlak miliknya, dan hubungar antara aparat dan warga bukan lagi hubungan antara penguasa dengar rakyat yang harus tunduk.

la hanyalah pemegang mandat publik. Ini akan terlihat bagaimana seorang birokrat memperlakukan orang yang datang kepadanya dan tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Ketiga, empati. Empati tidak sekadar senyum, sapa, salam ramah ketika ada CCTV. Empati adalah kemampuan untuk menyadari bahwa orang yang sedang berdiri di depan kita memiliki masalah hidup yang tidak kita ketahui mungkin ada orang yang datang mengurus dokumen kependudukan sedang menghadapi persoalan keluarga.

Mungkin ada orang tua yang kebingungan di loket pelayanan tidak terbiasa dengan aplikasi. Ada pasien yang mungkin sedang gelisah. Ada pencari kerja mungkin sudah berbulan-bulan belum 2 dapat pekerjaan. Bahkan warga yang cerewet sekalipun mungkin sedang frustrasi karena tidak memahami prosedur yang bagi kita terasa sangat sederhana. Serta banyak lagi kemungkinan-kemungkinan lain.

Empati tentu bukan berarti membolehkan aparat melanggar aturan. Justru sebaliknya, empati adalah kemampuan memahami manusia yang sedang berhadapan dengan aturan, dan menyampaikannya secara manusiawi kepada orang yang belum mengerti sehingga lebih mudah dipahami,
Karena itu, saya kira reformasi birokrasi sebaiknya dimulai dari sini.

Tanamkan dulu pemahaman tentang negara, demokrasi, dan empati. Tanamkan secara komprehensif dan intensif, bukan cuma sekilas di akhir slide. Bila perlu, gunakan format penataran atau pelatihan khusus selama beberapa hari, tapi jangan lupakan sisi manusiawi.  Jadi, tidak perlu yel-yel yang menguras tenaga dan suara itu.

Oke, sudah berapa kali saya menulis kata manusiawi’?

Setelah fondasi manusianya selesai, silakan berinovasi: bikin aplikasi, bikin dashboard. Silakan gunakan Akal Imitasi (AI), membangun Mall Pelayanan Publik, tanda tangan elektronik, lomba ASN Menulis, face-recognition, dan segala macam teknologi mutakhir.

Pada akhirnya, birokrasi bukan sekadar kumpulan regulasi, SOP, aplikasi, indikator, dan struktur oraanisasi, dan birokrat adalah manusia yang menggunakan kewenangan negara untuk berhubungan dengan manusia lainnya. Pun, selain bimtek, diklat, dan apa itu.. forum grup diskasyen, birokrat boleh kok membaca buku-bukunya Robert Dahl, JJ Rousseau, Daniel Goleman, atau Empathy: Philosophical and Psychological Perspectives suntingan dari Amy Coplan dan Peter Goldie. Paling tidak buku-buku itu bisa meluruhkan ego kuasa birokrasi kita selama ini.

Maka, kalau boleh menyimpulkan, Reformasi Birokrasi yang sesungguhnya baru akan lahir ketika birokrat kita paham betul posisinya di ruang demokrasi, serta memiliki rasa empati yang tinggi- bukan hanya demi jiwa korsa- terutama untuk memuliakan warga negara yang mereka layani.(*)

ShareTweetPin
Redaksi Kaltara

Redaksi Kaltara

Related Posts

Perlindungan Tenaga Kerja Jadi Perhatian Disnakertrans Bulungan
Hukum

Perlindungan Tenaga Kerja Jadi Perhatian Disnakertrans Bulungan

17 September 2026
Masih Tentang Karhutla, Pemprov Perkuat Koordinasi
Hukum

Masih Tentang Karhutla, Pemprov Perkuat Koordinasi

15 September 2026
Unras di KIHI Polisi Siagakan Puluhan Personel
Hukum

Unras di KIHI Polisi Siagakan Puluhan Personel

15 September 2026
One Police Woman, Extraordinary Impact Jadi Tema HUT Polwan
Hukum

One Police Woman, Extraordinary Impact Jadi Tema HUT Polwan

15 September 2026
Cegah Karhutla, Sosialisasi Jadi Solusi
Hukum

Cegah Karhutla, Sosialisasi Jadi Solusi

15 September 2026
Belanja Daerah Bulungan Naik Rp28,2 Miliar, PAD Bertambah Rp10 Miliar
Hukum

Belanja Daerah Bulungan Naik Rp28,2 Miliar, PAD Bertambah Rp10 Miliar

15 September 2026
Next Post
Upah ART di Bulungan Masih Jauh dari UMK

Upah ART di Bulungan Masih Jauh dari UMK

Bulungan Perkuat Sektor Peternakan untuk Tekan Ketergantungan Pasokan Luar

Bulungan Perkuat Sektor Peternakan untuk Tekan Ketergantungan Pasokan Luar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

Gubernur Kaltara Terima Aspirasi Sopir Truk, Dorong Penyelesaian Legalitas Usaha

Gubernur Kaltara Terima Aspirasi Sopir Truk, Dorong Penyelesaian Legalitas Usaha

7 Mei 2026
Pemkab Bulungan Resmi Terima Hibah Aset Air Minum Rp27,9 Miliar

Pemkab Bulungan Resmi Terima Hibah Aset Air Minum Rp27,9 Miliar

13 Agustus 2025
Penguatan Wawasan Kebangsaan Sasar Kaum Muda

Penguatan Wawasan Kebangsaan Sasar Kaum Muda

24 Februari 2026

Popular Stories

  • Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ternak Hewan Terbesar Di Kaltara Rencana Diresmikan Oleh Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keterjebakan Simbolik Akut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktor Utama Proyek BPSDM Kaltara Terungkap, Kerugian Negara Capai Rp1,5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebakaran Hebat Landa Gang Merudung, Beberapa Rumah Hangus Terbakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Warta Benuanta

© 2025 WartaBenuanta.id

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional

© 2025 WartaBenuanta.id

You cannot copy content of this page