TANA TIDUNG – Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Kabupaten Tana Tidung (KTT), inisial DR melaporkan oknum pegawai Bank BRI ke Polres Tana Tidung usai dirinya mendapatkan pemukulan diarea pelipis mata yang mengakibatkan luka lebam.
Perlakukan arogansi dari oknum pegawai bank BRI unit Tana Tidung ini terjadi saat pegawai bank mendatangi rumah DR saat hendak menagih storan.
Kepada awak media, DR menyampaikan kronologis kejadian bahwa perstiwa itu terjadi pas di depan rumahnya.
“Awal kejadianya rentetan dimulai pada tanggal 24 Juli. Saat itu saya masih di Bandara lagi boarding pass balik ke Tana Tidung, ketika saya scan barcode dia telepon dan saya langsung mematikan karena sedang bertransaksi. Dan kami lanjut obrolan chat di WhatsApp,” kata DR kepada media ini.
“Saya bertanya kamu pegawai baru ya, lalu dia menjawab iya saya baru kenapa emang. Saya bilang pantasan tidak mengerti. Hal itu saya sampaikan karena dipeminjaman saya sebelumnya aman saja dan sudah berjalan 2 tahun lebih. Karena diakhir bulan pendapatan usaha saya minim dan awal bulan masuk penyetoran itulah yang sedikit mengalami keterlambatan penyetoran,” kata DR.
Setelah itu, dia kembali WhatsApp kemarin sore mempertanyakan setoran dan belum saya tanggapi.
“Begitu sore saya pulang ke rumah dari tempat berjualan, sampai rumah baru mau standarkan motor dia datang seperti layaknya bukan dari penagih bank milik negara, seperti preman. Dia datang terus menagih ke saya,” kisah DR.
“Kebetulan saya membawa istri. Dia saya persilahkan masuk ke rumah tapi dia tidak mau dan mami terlibat cekcok mulut lalu dia mengajak saya ke jalanan dan sambil adu mulut, hingga dia melepaskan bogem mentah mengena pelipis mata saya,” sesalnya.
Usai merasa diperlakukan tidak pantas hingga mendapat pemukulan DR langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Tana Tidung. Laporanya telah disampaikan ke Polres Tana Tidung dengan nomor STTLPM/36/VII/2026/SPKT pada selasa 28 Juli 2026.
Media ini coba mengkonfirmasi kepada Kepala Cabang Bank BRI Tanjung Selor. Media ini dipertemukan dengan seorang sekretaris Cabang, Rahel, sekitar pukul 09.45 WITA.
Ketika dimintai keterangan untuk bertemu kepala cabang bank BRI dan meminta kesediaan diwawancara, menurut Rahel kepala cabang belum berkenan ditemui. Rahel menjanjikan kepada media bahwa akan ada rilis resmi yang disampaikan oleh pihak bank secara resmi.
“Nanti kami sampaikan rilis resmi kepada bapak-bapak sekalian,” ucap Rahel.
Namun hingga pukul 15.35 WITA Sekretaris Cabang Bank BRI masih berkutat pada alasan masih menunggu. Ketika ditanya waktu pastinya, ia bilang berkenan menunggu.
“Berkenan di tunggu ya pak,” singkatnya.
Media ini berupaya menghubungi kepala cabang BRI unit Kabupaten Tana Tidun, Mila namun lagi dan lagi jawaban pihak bank masih berkutat pada kata menunggu sementara kasus ini telah berseliweran di media sosial.
“Nanti kami infokan pak,” jawabnya irit.(*)















