TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bulungan.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik. Salah satunya terjadi di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, dengan luas area yang terbakar mencapai lebih dari 5 hektare.
Syarwani menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tugas petugas pemadam kebakaran maupun aparat. Menurutnya, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran.
“Saya mengajak semua pihak untuk saling menjaga. Serta harus antisipasi segala bentuk kemungkinannya,” kata Syarwani.
Ia menyebut, kesiapsiagaan petugas dan aparat memang diperlukan dalam menghadapi potensi kebakaran. Namun, upaya pencegahan sejak dini tidak akan maksimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat.
Terlebih, kondisi cuaca panas membuat vegetasi dan ranting yang mengering lebih mudah terbakar. Bahkan, sumber api yang kecil sekalipun berpotensi memicu kebakaran dan meluas apabila tidak segera ditangani.
“Iya, kita semua harus saling jaga dan aktif mencegah sejak dini,” ujarnya.
Selain mengingatkan mengenai ancaman karhutla, Syarwani juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman.
Menurutnya, kebakaran rumah juga dapat terjadi akibat kelalaian sederhana, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong. Karena itu, masyarakat diminta memastikan seluruh peralatan yang berpotensi memicu kebakaran telah aman sebelum meninggalkan rumah.
Syarwani mengimbau warga memeriksa kembali kondisi kompor, peralatan elektronik, serta instalasi listrik sebelum bepergian atau meninggalkan rumah.
“Jika hendak keluar rumah dicek kembali kompor di dapur, cabut colokan listrik yang tidak perlu, dan pastikan tidak ada potensi bahaya yang ditinggalkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah sederhana tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran, baik di kawasan hutan dan lahan maupun permukiman.
Syarwani berharap masyarakat tidak lengah menghadapi kondisi cuaca panas dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman kebakaran.(*)

















