TANJUNG SELOR – Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pusat pemerintahan Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan di Provinsi Kalimantan Utara menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, volume sampah di kawasan ini terus meningkat. Saat ini, tercatat volume sampah mencapai 94 ton per hari. Jika dikalkulasikan selama setahun, angka ini menunjukkan beban yang signifikan dalam pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan, Ismail menyatakan pemerintah Bulungan terus berupaya mengatasi persoalan ini dengan memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia.
“Kita tetap beradaptasi dengan kondisi yang ada, baik dari segi sarana dan prasarana, sumber daya manusia, maupun alat yang kita miliki,” ucap Ismail saat diwawancarai wartawan, beberapa waktu lalu.
Saat ini, hal yang paling yakni menyadarkan masyarakat untuk turut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Pemerintah telah melakukan cara strategis guna menanggulangi sampah di Bulungan, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dengan menyasar semua generasi.
Pendidikan soal pentingnya penanganan terhadap sampah ini menjadi hal penting untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hal ini tentu menjadi atensi termasuk sosialisasi ke sejumlah satuan Pendidikan.
“Seperti melalui program Adiwiyata yang mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan sejak dini,” tambahnya.
Namun, Ismail menyadari bahwa sosialisasi saja tidak cukup. Pemerintah harus mendorong perubahan perilaku masyarakat. Ini pekerjaan besar yang membutuhkan waktu dan komitmen jangka panjang.
Meski banyak tantangan yang harus dihadapi, pemerintah optimis bahwa upaya pengelolaan sampah di Tanjung Selor dapat terus ditingkatkan. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait.
“Kita harapkan di Kota Tanjung Selor dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan di masa depan,” tandasnya.(agk)

















