TANJUNG SELOR – Sebuah taman dengan konsep bergaya Jogja kini hadir di kawasan Jelarai Tengah, tepatnya di depan Kantor Desa Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor. Taman yang berada di sekitar lapangan sepak bola tersebut baru saja rampung dibangun dan langsung menarik perhatian warga.
Pembangunan fasilitas publik ini diinisiasi oleh anggota DPRD Bulungan dari Partai Hanura, Tasa Gung, melalui anggaran Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Bulungan.
Tasa Gung mengatakan, inisiatif pembangunan taman dan penataan lapangan dilatarbelakangi oleh kekhawatirannya terhadap pesatnya perkembangan kawasan perkotaan yang berpotensi menggerus ruang terbuka dan peluang desa untuk berkembang.
“Jelarai Tengah ini posisinya berada di kawasan yang nantinya berada di tengah-tengah kota. Saya khawatir ke depan peluang desa ini akan hilang. Karena itu saya mencoba berinovasi bagaimana membangun desa agar bisa berkembang,” ujar Tasa.
Melalui dukungan Pokir dan sinergi dengan pemerintah daerah, kawasan lapangan didesain multifungsi, tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai ruang rekreasi masyarakat.
“Lapangan ini kita desain supaya bisa dimanfaatkan untuk olahraga dan juga rekreasi, seperti jogging track untuk warga sekitar,” jelasnya.
Ke depan, Tasa menyebutkan pembangunan fasilitas akan terus dilanjutkan secara bertahap. Di antaranya pembangunan tribun penonton, jogging track yang mengelilingi lapangan, lapangan voli putra dan putri, serta taman bermain anak.
“Kurang lebih ada empat spot yang akan kita kembangkan. Akan ada taman bermain anak, sehingga ketika orang tua berolahraga, anak-anak bisa bermain di area yang aman karena akan dipagari,” terangnya.
Selain itu, direncanakan pula pembangunan panggung kreasi sebagai wadah bagi aktivitas seni dan budaya masyarakat.
“Kedepannya kita akan buat panggung kreasi. Konsep besarnya bagaimana masyarakat bisa melihat peluang ekonomi dari fasilitas ini, terutama bagi UMKM,” katanya.
Untuk pembangunan tahap awal, Tasa menyebutkan anggaran yang dialokasikan melalui Pokir kurang lebih sebesar Rp 800 juta.
Ia berharap, seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dan dijaga bersama oleh masyarakat.
“Kami bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa sudah menyampaikan agar aset yang sudah ada ini kita rawat bersama untuk kepentingan kita semua,” ujarnya.

Tasa mengimbau masyarakat agar bersikap ramah kepada para pengunjung yang datang menikmati fasilitas tersebut, mengingat kawasan ini berpotensi menjadi ruang publik yang ramai. Terkait keberlanjutan pembangunan dan perawatan aset, Tasa berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi antara Dana Desa dan berbagai komunitas yang ada, meskipun ia memahami keterbatasan anggaran desa saat ini.
“Harapan kita tentu ada kolaborasi, walaupun dengan kondisi ADD sekarang kita maklumi. Namun tetap kita upayakan melalui komunitas-komunitas yang ada,” pungkasnya. (*)

















