TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan memetakan sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan rekam jejak kejadian sebelumnya. Salah satunya adalah Kecamatan Tanjung Palas Timur.
Bupati Bulungan, Syarwani, menyebut wilayah ini menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah dalam upaya mitigasi. “Pemetaan sudah dilakukan oleh BPBD, Kodim 0903 Bulungan, dan Kepolisian. Peta potensi maupun kerawanan kebakaran itu pasti ada,” ujarnya.
Selain Tanjung Palas Timur, wilayah lain yang juga rawan karhutla meliputi Kecamatan Tanjung Palas Utara dan beberapa titik di Hulu Sungai Kayan.
Dandim 0903 Bulungan, Kolonel Infanteri Prasetyo Ari Wibowo, mengatakan apel kesiapsiagaan yang digelar menjadi bagian dari persiapan sarana dan prasarana pendukung dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
“Wilayah Kaltara hutannya cukup luas, dan kebiasaan masyarakat membuka lahan baru bisa memicu karhutla,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah pencegahan terus diupayakan agar tidak terjadi kasus seperti di wilayah Sumatra yang berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat. Karena itu, kolaborasi semua pihak dipersiapkan jika sewaktu-waktu terjadi peristiwa karhutla.
Koordinasi lintas sektoral juga dilakukan terkait mekanisme penanganan di lapangan. Dari unsur TNI, sekitar 200 personel diterjunkan, termasuk dari Korem 092/Maharajalila, serta didukung oleh satuan lain seperti brigade, brigif, kompi, dan badan pelaksana.
“Di lapangan, kami berkolaborasi dengan Kepolisian, Satpol PP, BPBD, dan unsur terkait lainnya. Dengan dukungan personel dan peralatan yang ada, diharapkan potensi karhutla dapat diminimalkan,” pungkasnya.(*)

















