TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara tengah menyiapkan strategi untuk menjadikan sektor perkebunan kelapa sawit jadi penggerak ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Langkah ini dimulai dengan pelaksanaan Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun yang menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Di antara mereka, hadir Mohtari, Kepala Bidang Perkebunan DPKP Kaltara, dan Mohammad Irfan, Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Nunukan.
Dalam pemaparan materi,para narasumber menyampaikan potensi dan peluang untuk pengembangan produk kelapa sawait di Kaltara.
Mohammad Irfan,lewat paparan resminya menyampaikan di balik angka-angka yang tertera pada laporan, tersembunyi potensi yang belum sepenuhnya tergali di Kaltara.
Dengan tegas, dia katakan beberapa wajib pajak di sektor kelapa sawit memperlihatkan selisih data yang signifikan antara luas lahan yang terdaftar dan hasil panen yang dilaporkan.
“Ini mesti ditingkatkan lagi dari sisi pengawasan,karena ini tidak hanya menjadi kendala dalam urusan administrasi, tapi menunjukan bahwa sistem pengawasan perlu diperbaiki,”tuturnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara DJP dan Dinas Pertanian, data yang lebih akurat diharapkan bisa menjadi dasar perencanaan yang matang di Kaltara.
Strategi yang ditekankan dalam sosialisasi ini bukan sekadar mengandalkan pengawasan, tetapi juga memanfaatkan teknologi dan memperkuat sinergi lintas sektor. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menutup celah-celah yang selama ini menjadi penyebab kebocoran potensi pendapatan daerah.(rdk)

















