TANJUNG SELOR – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan olahraga dan generasi muda. Melalui DPD KNPI Bulungan, organisasi ini memfasilitasi Turnamen Pencak Silat yang mempertemukan sejumlah perguruan silat dari berbagai kecamatan di Bulungan, Jumat (7/11/2025).
Ketua DPD KNPI Bulungan, Wanna Imanda, mengatakan kegiatan ini menjadi ajang positif bagi para pesilat muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan antarperguruan.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta hari ini luar biasa, di luar ekspektasi panitia. Ini menandakan minat generasi muda terhadap olahraga bela diri tradisional kita masih sangat tinggi,” ujar Wanna saat dikonfirmasi wartawan.
Wanna menjelaskan, panitia semula menargetkan sekitar 100 peserta. Namun, jumlah tersebut melonjak signifikan hingga mencapai lebih dari 140 peserta dari berbagai perguruan di Bulungan. Lonjakan ini menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap pencak silat.
“Ke depan, kami akan berupaya menjadikan kegiatan seperti ini sebagai agenda rutin. Selain menjadi wadah kompetisi, turnamen ini juga dapat mencetak generasi muda berprestasi di bidang olahraga, khususnya pencak silat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen, Beny Susanto, menyebut turnamen ini diikuti 11 kontingen dari berbagai perguruan, dengan kategori pertandingan pra remaja, remaja, hingga dewasa.
“Turnamen berlangsung selama tiga hari, dan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 20 juta, termasuk medali dan piala bagi para juara,” terang Beny.
Menurut Beny, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
“Yang paling penting, kegiatan ini dapat menambah jam terbang atlet dan mempererat silaturahmi antarperguruan, sehingga ke depan kualitas pesilat Bulungan semakin meningkat,” tandasnya.
Turnamen yang digelar KNPI Bulungan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh olahraga dan pelatih perguruan. Mereka menilai langkah KNPI menjadi bukti nyata dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus pembinaan olahraga daerah.(*)


















