TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), beberapa waktu lalu.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan peninjauan langsung ke lapangan berkaitan dengan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat (FPKM) kemitraan plasma antara PT.Agro Sawitmas Lestari dan koperasi mata agro sejahtera.
Kegiatan ini melibatkan wilayah desa tanah kuning dan mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Iin Rosita, staf fungsional aphpm (analis pemasaran hasil perkebunan ahli muda), menjelaskan bahwa kewajiban pemegang izin usaha di sektor perkebunan untuk membangun kebun masyarakat sudah dilaksanakan.
“Tapi dalam mplementasinya masih banyak hak-hal yang harus di perbaiki, dan diminta perusahaan agar bisa serius dan terbuka dlm melaksanakan kemitraan,” ujarnya.
Guna mengantisipasi segala bentuk konflik yang terjadi di lapangan, maka dibutuhkan duduk bersama guna pemahaman dan komunikasi yg baik dari berbagai pihak yang terlibat.
“Iya harus secara bersama-sama dicarikan solusi serta jalan keluar,” tukasnya.
Ia menambahkan guna memastikan keberhasilan program kemitraan plasma, hal yang penting juga adalah dari pengurus koperasi sebagai wadah kemitraan. Masyarakat dengan perusahaan harus bisa meningkatkan kapasitasnya dan paham dalam proses ataupun tahapan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bulungan Kristiyanto menambahkan kerjasama pengelolaan kebun harus senantiasa dikawal dan diawasi untuk memastikan kondisi kebun yang memiliki hasil yang memuaskan.
“Kita ingin fasilitasi soal persoalan mereka dengan terjun langsung ke lapangan, dan berharap perselisihan yang terjadi bisa dicarikan jalan keluarnya,”tutupnya.(rdk)

















