TANJUNG SELOR – Video yang memperlihatkan dua remaja diduga menjadi korban percobaan begal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, kedua remaja itu disebut berhasil menyelamatkan diri setelah melarikan diri menggunakan sepeda motor. Narasi yang menyertai video menyebutkan peristiwa terjadi di kawasan yang relatif sepi, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi tindak kriminal.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologis pasti kejadian tersebut. Selain itu, laporan resmi dari korban maupun masyarakat juga belum diterima oleh Polsek Sekatak maupun Polresta Bulungan.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui PS Sihumas, Aipda Hadi Purnomo, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap video yang beredar.
“Sampai saat ini belum ada laporan resmi. Ini masih kami komunikasikan dengan Reskrim dan Polsek Sekatak untuk ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejauh ini belum terdapat laporan resmi terkait dugaan aksi begal sebagaimana yang beredar di media sosial. Meski demikian, aparat kepolisian tetap merespons cepat dengan melakukan koordinasi internal guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
Pihak kepolisian juga tengah mengidentifikasi lokasi dan waktu kejadian yang disebutkan dalam video. Berdasarkan narasi yang beredar, peristiwa itu diduga terjadi di jalur antara Mentadau dan Sekatak Bengara.
Seiring beredarnya informasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat melintasi jalur yang minim penerangan atau relatif sepi, khususnya pada malam hari.
Polresta Bulungan juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpancing dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, guna menghindari keresahan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati di jalan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Adat Besar Dayak Bulusu Provinsi Kalimantan Utara, Ignasius Rudi Yungob, turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat bepergian.
Ia menyebut, berdasarkan informasi warga, dugaan aksi kriminal tersebut kerap terjadi pada malam hari.
“Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, perlu langkah-langkah antisipasi dari para pengguna jalan maupun masyarakat setempat,” katanya.
Ia menyarankan masyarakat tidak mengenakan perhiasan berlebihan saat bepergian, serta menghindari membawa uang dalam jumlah besar.
Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan rute perjalanan dan, jika memungkinkan, bepergian secara beriringan saat melintasi daerah rawan.
“Jika ada hal mencurigakan, sebaiknya berhenti di tempat ramai dan segera melapor kepada warga sekitar,” sarannya.
Ia juga mendorong pemerintah desa bersama masyarakat untuk mengaktifkan kembali pos ronda atau siskamling guna meningkatkan keamanan lingkungan. (*)

















