TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah resmi meluncurkan program Sekolah Lapang Tanaman Padi Tahun 2024 di Desa Karang Agung, Tanjung Palas Utara,beberapa waktu lalu.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara, Heri Rudyono, yang hadir langsung dalam acara tersebut, mengungkapkan harapannya supaya program itu mampu mendorong kualitas dan kuantitas hasil panen padi.
Kegiatan ini mengusung tema, “Maju, Mandiri, Modern”, Sekolah Lapang diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang bermanfaat bagi para petani. Dalam penyampaianya, Heri Rudyono menyampaikan melalui Sekolah Lapang, pemerintah ingin para petani memahami pentingnya pemilihan benih yang baik, proses penanaman yang tepat, hingga pengelolaan pasca panen yang maksimal.
“Tujuannya tentu supaya hasil panen lebih berkualitas dan kuantitasnya mengikuti,”tuturnya.
Heri sapaan akrabnya menambahkan, program ini juga menekankan pendekatan terpadu berbasis ‘Sapta Usaha Tani’, yaitu tujuh langkah strategis yang mencakup pengolahan tanah, pemilihan benih, pemupukan, pengairan, pengendalian hama, teknologi panen, dan pasca panen.
Para petani yang mengikuti program ini akan mendapatkan pendampingan langsung dari penyuluh pertanian di masing-masing kelompok tani. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani, terutama dalam hal produktivitas dan efisiensi budidaya padi.
Sekolah Lapang ini menjadi salah satu upaya strategis Pemprov Kaltara untuk memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan di daerah.(rdk)

















