TANJUNG SELOR – Di bawah langit cerah, antusiasme warga Bulungan tampak memadati sejumlah titik di Kebun Raya Bunda Hayati, Senin (13/10/2025).
Sebagian besar warga yang hadir kompak mengenakan pakaian tradisional adat masing-masing, menambah semarak peringatan Hari Jadi Bulungan ke-65 dan Kota Tanjung Selor ke-235 tahun 2025.
Suasana semakin meriah dengan hadirnya pameran UMKM yang menampilkan beragam produk lokal dan oleh-oleh khas Bulungan.
Alunan musik daerah dan gerakan tarian tradisional turut menghadirkan nuansa budaya yang kental di tengah euforia perayaan tersebut.
Tampak sejumlah tamu penting hadir dengan mengenakan busana adat khas, salah satunya Anggota DPD RI Perwakilan Kalimantan Utara, Marthin Billa.
Kepada awak media, Marthin Billa menyampaikan refleksi dan apresiasinya atas capaian pembangunan Kabupaten Bulungan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini.
“Atas nama DPD Republik Indonesia, Perwakilan Kalimantan Utara, saya mengucapkan selamat hari jadi Tanjung Selor ke-235 dan Bulungan ke-65 tahun 2025. Capaian yang diraih saat ini luar biasa, dan saya melihat Pemda terus melanjutkan program-program sebelumnya dengan baik,” ujarnya.
Ia menilai pelaksanaan kegiatan hari jadi kali ini berhasil memberdayakan masyarakat dari tingkat desa hingga kabupaten, termasuk pelaku UMKM lokal.
“Keterlibatan masyarakat dan UMKM sangat terasa. Ini memacu ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menciptakan keharmonisan sosial,” ungkapnya.
Menurutnya, festival budaya yang menjadi bagian dari perayaan bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarat dengan pesan moral dan nilai pelestarian budaya leluhur bagi generasi muda.
“Kegiatan ini menciptakan suasana damai dan kondusif yang akan mendorong pembangunan Bulungan semakin maju di masa mendatang,” bebernya.
Marthin juga mengapresiasi dukungan Pemda terhadap pelestarian adat dan tradisi lokal.
“Support Pemda sangat baik. Harapannya, ke depan dukungan ini terus meningkat agar semakin banyak pelaku UMKM dan potensi kearifan lokal yang diberdayakan,” ujarnya.
“Kearifan lokal itu beragam mulai dari budaya, kerajinan, hingga kebiasaan masyarakat. Semua itu dapat menjadi kekuatan untuk membangun Bulungan di berbagai bidang,” tutupnya.(rdk)

















