TANJUNG SELOR– Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kalimantan Utara (Kaltara) kini telah hadir di empat kabupaten dan satu kota di provinsi termuda Indonesia. Kendati demikian, jangkauan siarannya masih terbatas, terutama di wilayah pelosok dan pedalaman.
Kepala KPP Program dan Berita TVRI Kaltara, Karianto, menjelaskan keterbatasan tersebut terjadi karena minimnya ketersediaan pemancar di wilayah pedalaman.
“Memang siaran TVRI sudah masuk di empat kabupaten dan satu kota di Kaltara, tetapi baru bisa dinikmati secara jelas di kawasan perkotaan. Di perbatasan seperti Sebatik siaran kita sudah ada, namun di pelosok pedalaman belum bisa karena keterbatasan pemancar,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Kondisi serupa juga dialami Kabupaten Malinau. Warga di pusat kota sudah dapat mengakses siaran TVRI, sementara masyarakat di desa-desa pelosok masih terkendala jaringan pemancar.
“Secara spesifik, wilayah pedalaman memang belum terjangkau karena belum tersedia pemancar. Namun, masyarakat tetap bisa menonton program TVRI melalui platform media sosial, yang dapat diakses di mana saja selama tersedia jaringan internet,” jelasnya.
Meski begitu, TVRI Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan siaran. Menurut Karianto, upaya tersebut memerlukan dukungan kebijakan serta pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat.
Saat ini, tayangan unggulan TVRI Kaltara adalah program berita *Kalimantan Utara Hari Ini (KUHI)* yang menyoroti isu-isu aktual di provinsi tersebut. Selain itu, TVRI juga rutin menayangkan berita lintas provinsi se-Borneo.
“Yang utama tetap KUHI, Kalimantan Utara Hari Ini. Itulah wajah Kaltara yang kami hadirkan setiap hari,” pungkasnya. (rdk)

















