TANJUNG SELOR – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai Bupati Bulungan Syarwani sebagai dorongan untuk terus memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Syarwani, makna kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni peringatan setiap 17 Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata melalui pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah disusun pemerintah.
Ia mengatakan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mampu mendorong kemajuan daerah.
“Iya, tentu tugas kita pemerintah daerah melaksanakan program pembangunan yang tentu kita harapkan itu bisa berdampak terhadap kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Bulungan,” bebernya.
Dalam menjalankan pembangunan, Pemkab Bulungan juga berupaya menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Namun, tidak semua program dapat dilaksanakan dalam waktu bersamaan karena harus menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah.
Syarwani menegaskan, pelaksanaan pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan menetapkan program-program yang menjadi prioritas.
“Termasuk program pemerintah pusat, meskipun dalam hal ini tidak diakomodasi secara keseluruhan, tetapi bertahap kita kerjakan sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia menilai keterbatasan anggaran bukan berarti pemerintah daerah harus berhenti melakukan pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas sehingga anggaran yang tersedia dapat diarahkan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Dalam momentum kemerdekaan ini, Syarwani juga mengajak masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu bangsa dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, kondisi bangsa dan daerah sebelum Indonesia merdeka tentu jauh berbeda dengan keadaan saat ini. Karena itu, kemerdekaan yang telah diperoleh melalui perjuangan harus dijaga sekaligus diisi dengan pembangunan.
“Dan bisa dibayangkan ketika sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, bagaimana kondisi negara ini ataupun kondisi daerah ini,” ujarnya.
Setelah Indonesia merdeka dan memiliki kedaulatan, kata Syarwani, tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan tersebut dalam bentuk pembangunan dan perbaikan di berbagai sektor.
“Namun ketika negara ini sudah memiliki kemerdekaan dan kedaulatan, tentu tugas kita hari ini memperbaiki dan juga membangun daerah ini, membangun negara ini dengan baik,” bebernya.
Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur maupun sarana fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan pelayanan publik, penguatan perekonomian serta terciptanya keamanan dan ketertiban juga merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.
Untuk itu, peringatan HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi pemacu bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran dan kemampuannya masing-masing. (*)

















