TANJUNG SELOR – Menjelang perayaan Pesta Pelindung Paroki Katedral St. Maria Assumpta Tanjung Selor, panitia mulai mempersiapkan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya Turnamen Voli Antar Stasi yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Kegiatan olahraga ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan tahunan gereja, tetapi juga diharapkan menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat Katolik yang tersebar di berbagai stasi dalam wilayah Paroki Katedral Tanjung Selor.
Ketua Panitia Hari Besar Gereja (PHBG), Donatus Aran, mengatakan persiapan terus dilakukan agar pelaksanaan turnamen dapat berjalan dengan baik.
Sejumlah tim dari stasi-stasi yang berada di bawah naungan Paroki Katedral St. Maria Assumpta Tanjung Selor akan ambil bagian dalam kompetisi ini.
“Kami mengundang dan melibatkan tim-tim voli dari seluruh stasi yang ada di wilayah Paroki Katedral St. Maria Assumpta Tanjung Selor,” kata Donatus.
Ia menjelaskan, turnamen ini tidak semata-mata menjadi ajang mencari juara, melainkan wadah membangun kekompakan dan memperkuat tali persaudaraan antarumat. Melalui olahraga, umat dari berbagai wilayah dapat saling mengenal, menjalin komunikasi, serta mempererat hubungan dalam semangat pelayanan dan kebersamaan.
Selain diikuti para atlet voli dari setiap stasi, kegiatan tersebut diperkirakan akan menarik antusiasme umat Katolik dari berbagai wilayah di Kabupaten Bulungan.
Kehadiran para pendukung diharapkan dapat menambah semarak suasana perayaan pesta pelindung paroki tahun ini. Di sisi lain, Ketua Komcab Pemuda Katolik Bulungan, Alyosius Afriady Sandy, menyebut turnamen voli tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemuda Katolik dan Panitia Hari Besar Gereja (PHBG).
Menurutnya, keterlibatan Pemuda Katolik dalam kegiatan gereja merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendukung program-program yang memberikan dampak positif bagi umat.
“Kami selalu siap mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dilaksanakan gereja. Dalam turnamen ini, Pemuda Katolik juga terlibat langsung dalam kepanitiaan dan pelaksanaannya,” ujarnya.
Alyosius menilai kegiatan olahraga menjadi salah satu media yang efektif untuk membina generasi muda. Selain mengembangkan kemampuan dan bakat di bidang olahraga, para pemuda juga diajak menumbuhkan semangat kebersamaan, disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas.
Ia berharap kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan gereja dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan lainnya. Menurutnya, peran orang muda sangat dibutuhkan untuk mendukung dinamika kehidupan menggereja sekaligus menjadi motor penggerak berbagai aktivitas positif di tengah umat.
“Ini menjadi bukti bahwa orang muda Katolik tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan gereja,” pungkasnya.(*)

















