NUNUKAN – Satu unit bangunan Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) ludes terbakar.
Musibah nahas ini terjadi pada Jumat 12 Juni 2026 sekira pukul 01.00 WITA. Musibah ini menjadi perihatin bagi umat Katolik di Sebuku karena harus kehilangan rumah ibadah.
Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Mgr Paulinus Yan Olla, saat diwawancarai menyatakan pihak Gereja sudah memutuskan bahwa pelayanan pastoral tetap diutamakan, terus dilayani walaupun paroki pusat terkena musibah kebakaran.
“Untuk sementara sakramen dan itu akan dipusatkan di salah satu stasi di SP1,” ucap Uskup kepada media ini.
Dilanjutkan, langkah awal usai musibah ini akan dibuat suatu rencana untuk menyeluruh mengenai apa yang diperlukan untuk pembangunan Gereja ini. Termasuk memanfaatkan momen membangun kembali ini untuk membuat suatu rencana yang lebih menyeluruh dengan eksekusi secara bertahap.
“Dengan demikian nanti pembangunannya berkelanjutan,” tukasnya.
Pembangunan itu dilaksanakan dengan melihat kemampuan keuangan yang ada. “Kita diberi prioritas untuk apa yang memang sangat diperlukan untuk bagian utama gereja, tetapi hal-hal lain menyangkut kelengkapan karena kita membangun berdasarkan apa yang ideal untuk sebuah gereja katolik,” tukasnya.
Jadi masih ada banyak konsep pembenahan yang sifaynya berkelanjutan dengan mempertimbangkan anggaran dan dukungan dari pihak manapun yang sifatnya tidak mengikat.
“Kami memulai dengan nanti meminta dalam waktu besoklah mereka sudah mulai membersihkan segala puing-puingnya. Tetapi segera akan mereka membuat gambar seperti yang kami jelaskan tadi dan mengeksekusi langsung pembangunannya dengan target bahwa bagian utama itu bisa selesai sebelum Natal,” tuturnya.
Jadi nanti gambar besar tetapi sesudah gambar besar itu akan dibuat prioritas mana yang mendesak untuk dilakukan perbaikan. Sampai dengan saat ini pihak gereja belum merekap kebutuhan anggaran untuk pembenahan dan perbaikan total gereja.
“Belum di uplod. Sekarang yang di-upload ke para donator seperti dukungan donasi untuk pembangunan gereja. Nanti, akan ada laporan dana yang masuk itu berapa dan dipergunakan untuk pembangunan yang masuk skala prioritas,” bebernya.
Lalu kemudian, setelahnya akan ada desain atau berupa bagan hal apa saja yang perlu dilakukan untuk perbaikan.
Diketahui bangunan gereja Katolik Santo Yosef Sebuku ini sudah berdiri kokoh selama 20 tahun lalu.
Atas kontribusi donatur yang tidak bisa disebutkan satu per satu, pihak Gereja Katolik menyampaikan apresiasi dan berharap semoga kebaikan terus mengalir lewat berkat Tuhan dalam berkehidupan sehari-hari.
“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih karena siapapun yang akan memberikan sumbangan itu kami lihat sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk membantu umat di Paroki Santo Yosef Sebuku,” bebernya.
Pihak gereja sengaja membuatnya menjadi suatu gerakan yang melalui satu pintu, satu rekening yang akan diawasi dan dikontrol oleh keuskupan.
“Dan nanti dicairkan secara bertahap sesuai dengan gambar dan keperluan yang dinilai itu prioritas,” tandasnya.(*)















