TANJUNG SELOR – Panggung Tempayan Fest yang menjadi rangkaian perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 kembali menghadirkan warna kebhinekaan.
Warga Kabupaten Bulungan larut dalam euforia lewat beragam perlombaan, tarian, hingga pameran budaya yang menghidupkan suasana. Salah satu yang mencuri perhatian adalah tarian tradisional khas masyarakat Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tarian Soka Selen dibawakan dengan penuh semangat, menghadirkan nuansa sukacita sekaligus menjadi pengingat eratnya ikatan budaya yang terus hidup di tanah perantauan.
Ketua Sub Suku Larantuka di Bulungan, Donatus Aran, menjelaskan bahwa Soka Selen adalah simbol ungkapan kegembiraan dan penghormatan masyarakat Larantuka.
“Biasanya tarian ini kami gunakan untuk menyambut tamu kehormatan atau tamu penting. Selain itu juga mengiringi momen penuh suka cita, seperti acara pernikahan. Gerakannya lincah, penuh makna, diiringi musik tradisional serta penggunaan selendang atau sapu tangan sebagai pelengkapnya,” tutur Donatus, Minggu (24/8/2025).
Kehangatan itu semakin terasa ketika Ketua Kerukunan Keluarga Besar (KKB) NTT Bulungan, Serfus Yanto, turut memberikan apresiasi atas penampilan warga Larantuka, meski tidak sempat menyaksikan langsung di lokasi acara.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada Sub Suku Larantuka yang telah mewakili KKB NTT Kabupaten Bulungan mengisi acara Tempayan Fest 2025. Tetap semangat dan terus berlatih, sebab kita akan tampil lagi pada perayaan HUT Kabupaten Bulungan bulan Oktober mendatang,” ujarnya penuh harapan.
Lewat panggung Tempayan Fest kebudayaan Larantuka seakan menemukan rumah kedua di Bumi Benuanta. Sebuah bukti bahwa meski jarak memisahkan, semangat menjaga warisan leluhur tetap menyala di dada para perantau.(rdk)

















