TANJUNG SELOR – Produksi beras di Kaltara tiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2024, produksi beras di Kaltara telah mencapai 60 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Heri Rudiyono menyampaikan saat ini kebutuhan beras Kaltara sudah mencapai 60 persen, persentase tersebut meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Iya, Alhamdulillah peningkatan produksi beras di Kaltara tiap tahun mengalami kenaikan. Pada tahun 2024, produksi beras kita mencapai 60 persen, alami kenaikan dibandingkan sebelumnya yang hanya mencapai 40 persen,” ucap Heri sapaan akrabnya.
Sedangkan, untuk di Kabupaten Bulungan sudah 75 persen tercukupi tinggal nantinya pencapaian itu ditindaklanjuti di sejumlah Kabupaten dan Kota di Kaltara.
Diharapkan kebutuhan tiap Kabupaten dan kota saling terkover dengan ketersediaan Kabupaten sekitar. Disinggung mengenai merek beras tertentu di Kaltara, lanjutnya pemerintah belum berbicara sampai disitu. Saat ini fokus pada peningkatan hilirisasi produksi pertanian.
“Brand beras lokal tetap diutamakan, akan tetapi yang menentukan berend tersebut merupakan pelaku usahanya bukan dari pemerintah. Tapi pemerintah menyarankan supaya brend lokal tetap harus jadi atensi di pangsa pasar,” ujarnya.
Dalam hal produksi beras di Kaltara sendiri, tidak ada hambatan dan memang untuk menciptakan beras kualitas premium itu mesti disesuaikan dengan kondisi alam. Dan itu tidak menjadi kendala berarti bagi para petani, dengan adanya mesin pengering dapat menjawab persoalan yang terjadi di lapangan.
“Memang kita kendala iklim, karena kita curah hujan tinggi. Sehingga para petani untuk menjemur mengalami kendala itu makanya kita mendorong dengan penggunaan mesin pengering,” tutupnya.(rdk)

















