TANJUNG SELOR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bulungan langsung tancap gas menjalankan instruksi partai. Pasca terbentuknya kepengurusan periode 2025-2030, DPC PDIP Bulungan menggelar rapat perdana yang dirangkaikan dengan aksi kemanusiaan di Sekretariat DPC PDIP Bulungan, Kamis (22/1/2026).
Dalam agenda tersebut, PDIP Bulungan resmi melepas keberangkatan relawan dan armada mobil klinik untuk membantu penanganan bencana alam yang melanda wilayah Sumatera, khususnya di Sumatera Barat dan Aceh.
Ketua DPC PDIP Bulungan, Markus Juk, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui koordinasi dengan anggota fraksi di tingkat pusat.
“Melalui arahan dari pusat, Bapak Deddy Sitorus (Bang Dedi), kami diminta untuk memobilisasi unit mobil klinik yang ada di Kalimantan Utara guna diperbantukan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera Barat dan Aceh,” ujar Markus Juk di sela-sela rapat.
Proses mobilisasi ini bukanlah perkara mudah. Armada dan relawan harus menempuh perjalanan lintas pulau yang cukup panjang.
“Hari ini kami melepas para relawan sekaligus mendoakan mereka. Perjalanan ini cukup jauh karena harus melintasi tiga pulau besar; mulai dari Kalimantan menuju Jawa, lalu menyeberang hingga ke Sumatera,” jelasnya.
Dikatakan, sebanyak tujuh kader PDIP Bulungan dikerahkan secara khusus untuk mengawal mobil klinik tersebut. Markus berharap kehadiran tim dari Kaltara ini dapat memperkuat barisan relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang sudah lebih dulu berada di lokasi bencana.
“Kami berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa melindungi perjalanan mereka sehingga sampai di tujuan dengan sehat dan selamat. Fokus utamanya adalah segera bergabung dengan tim relawan di lokasi untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat,” tambahnya.
Gebrakan cepat ini diakui Markus sebagai bentuk kepatuhan terhadap amanat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan. Ia menegaskan bahwa Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah memberikan instruksi tegas agar seluruh kader di seluruh Nusantara memiliki empati tinggi terhadap penderitaan rakyat.
“Ibu Ketua Umum meminta seluruh kader se-Tanah Air untuk merasakan kesusahan rakyat yang tertimpa bencana. Inilah alasan mengapa seluruh ambulans dan mobil klinik milik partai dikerahkan ke titik-titik bencana,” tegas Markus.
Langkah ini, menurutnya, selaras dengan filosofi partai sebagai partainya “Wong Cilik”. “Sesuai moto kami untuk peduli pada rakyat kecil, PDI Perjuangan diminta benar-benar turun ke bawah. Kami ingin melihat dan membantu langsung kondisi warga di tiga daerah terdampak di Sumatera,” pungkasnya.(*)

















