TANJUNG SELOR- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bulungan mendesak Kepolisian Daerah Polda Kaltara untuk segera menindaklanjuti laporan terkait dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga oleh oknum DPRD Bulungan beberapa waktu lalu.
Kejadian ini ramai diberitakan dan viral di jagat maya hingga menyita perhatian publik, tidak terkecuali oleh DPC GMNI Bulungan turut menyuarakan perihal ini.
Ketua Bidang Politik DPC GMNI Bulungan, Irfan Nurcahyo, menegaskan bahwa dalam insiden ini perlu ketegasan oleh aparat kepolisian untuk memastikan kejelasan perkara dan menghindari konflik yang lebih besar.
“Kami mendesak Polda Kaltara untuk segera memproses laporan ini secara transparan dan profesional. Jangan sampai keterlambatan penanganan justru memicu aksi massa yang lebih besar,” tegas Irfan, Senin (17/11/2025).
Lebih lanjut, Irfan menduga adanya keterlibatan pejabat publik dalam kasus tersebut, untuk itu GMNI menyampaikan beberapa poin pernyataan sikap untuk dijadikan perhatian oleh Polda Kaltara.
Pertama, GMNI mendorong Polda Kaltara melakukan proses penyidikan dan penyelidikan serta menyampaikan perkembangan keterangan resmi kepada publik.
Kedua, GMNI Bulungan Meminta klarifikasi terbuka dari pihak DPRD
Kabupaten Bulungan.
Penanganan hingga penindakan kasus ini menjadi Celens bagi kepolisian Polda Kaltara bagimana aplikasi kongkrit daripada salam presisi yang terus digaungkan.
“Kami percaya aparat kepolisian mampu bekerja secara objektif dan tidak pandang bulu. Inilah saatnya menunjukkan bahwa asas Presisi di tubuh kepolisian tidak hanya sekadar slogan,” tandasnya.(*)

















