TANJUNG SELOR – Pemerintah pusat hingga daerah terus melakukan berbagai daya dan upaya dalam mewujudkan kemandirian di sektor pangan.
Salah satu caranya dengan mengoptimalkan peran serta Brigade Pangan (BP) yang merpakan program pemerintah pusat.
BP sendiri tersebar di paling dasar dalam struktur pemerintahan yakni Desa. Satu Brigade disediakan 15 Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan petani setempat.
Pejabat Sementara (PJ) Swasembada Pangan wilayah Kaltara, Made Kusnanda mengatakan kemandirian BP ini ditopang dengan bantuan alat dan mesin pertanian dari pemerintah pusat.
“Dengan dukungan teknologi alsintan, diharapkan dapat meningkatkan produksi petani di Kaltara dan Kabupaten serta Kota yang ada,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/7/2025).
Disampaikan, brigade Pangan merupakan inisiatif strategis yang mencakup pengelolaan lahan pertanian dengan optimal dan pencetakan sawah. Dia menam ahkan, BP ini dibentuk untuk mendukung petani dalam pengelolaan lahan, dengan moto pengerak nya ialah pemuda milennial.
“Alsintan dari pemerintah pusat mencakup alat dan mesin seperti traktor roda dua dan empat,” tanbahnya.
Tidak hanya mengandalkan alat modern, Brigade Pangan juga mengembangkan pola kemitraan dengan kelembagaan petani lokal. Sehingga posisi Brigade Pangan adalah sebagai yang menghubungkan proses produksi hingga hilirisasi.
Di Kaltara, ada 50 kelompok BP ini yang sudah eksis. Mereka terdiri dari 15 pemuda milennial yang bertanggung jawab dalam pengelolaan lahan di setiap daerah masing masing-masing.
Selain kecakapan mereka juga dibekali dengan dukungan operasional. Dengan penerapan teknologi modern pembentukan BP diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan intensitas pertanian.(via)

















