TANJUNG SELOR – Sikap atau attitude pencari kerja dan kesesuaian kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan kebutuhan industri masih menjadi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bulungan.
Pasalnya, perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan teknis yang memadai, tetapi juga individu yang memiliki sikap profesional dan mampu bertahan dalam lingkungan kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distransnaker) Bulungan, Hasanuddin, mengatakan perusahaan kerap menyampaikan keluhan terkait sikap pencari kerja yang dinilai menjadi salah satu faktor penyebab tenaga kerja tidak bertahan lama setelah diterima bekerja.
“Perusahaan kerap menyampaikan keluhan terkait attitude pencari kerja yang dinilai menjadi salah satu penyebab mereka tidak bertahan lama selama bekerja,” ucap Hasanuddin kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).
Selain persoalan sikap, kesesuaian kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan industri atau link and match juga masih perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, lulusan SMK yang memiliki keahlian khusus sebenarnya mempunyai peluang lebih besar untuk terserap di perusahaan, selama kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
Salah satu bidang keahlian yang memiliki peluang tersebut adalah teknik pengelasan. Bahkan, perusahaan terkadang meminta data calon tenaga kerja secara langsung kepada sekolah yang memiliki jurusan tersebut.
“Kalau SMK yang ada kejuruan, itu bisa langsung diterima perusahaan. Misalnya teknik pengelasan, kadang-kadang perusahaan meminta data ke SMK-SMK yang memiliki jurusan kejuruan,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, SMKN 3 Tanjung Selor memiliki jurusan teknik pengelasan yang berpotensi menjadi salah satu sumber tenaga kerja terampil untuk memenuhi kebutuhan industri.
Karena itu, penguatan hubungan antara SMK dan dunia industri dinilai penting agar kompetensi lulusan yang dihasilkan sejalan dengan kebutuhan perusahaan.
Di samping itu peningkatan keterampilan teknis, pembentukan sikap profesional dan kedisiplinan juga perlu diperkuat sehingga tenaga kerja lokal lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja.(ns)















