TANJUNG SELOR – Kepedulian tak selalu lahir dari ruang rapat atau deretan angka di atas kertas. Bagi Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal, kepedulian itu justru menemukan maknanya saat menapak langsung jalanan terjal, menyusuri sunyi perbukitan, dan menyapa kehidupan warga yang selama ini luput dari perhatian.
Melalui program bantuan bedah rumah di Kabupaten Bulungan, ia membuktikan bahwa kehadiran wakil rakyat tak berhenti pada wacana, melainkan hadir nyata di tengah masyarakat.
Bantuan tersebut menyasar Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kecamatan Tanjung Palas, serta Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Tanjung Selor. Namun di Bumi Rahayu, langkah Rahmawati tak sekadar seremonial. Ia memilih melihat sendiri kondisi warga, menembus jalan setapak yang licin dan menanjak dengan sepeda motor, menuju sebuah rumah di atas bukit.
Perjalanan itu seperti membuka tabir kenyataan. Sekitar 20 menit melintasi jalan tanah, rombongan tiba di sebuah hunian sederhana yang berdiri dalam keterbatasan. Di sanalah, sebuah potret kehidupan tergambar rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru menyatu dengan kandang ternak kambing.
Awalnya, cerita itu hanya ia dengar dari perangkat desa. Namun hati kecilnya terusik. Ia ingin memastikan, melihat, dan merasakan langsung realitas yang dihadapi warganya.
Dan ketika ia berdiri di depan rumah itu, semua cerita menjadi nyata.
Tak ada sekat yang layak antara ruang hidup manusia dan kandang ternak. Di tempat itulah, sebuah keluarga menjalani hari-hari mereka.
“Ini sangat memprihatinkan. Nanti kita bantu renovasi rumahnya supaya bisa terpisah dari kandang kambing,” ucap Rahmawati pelan, namun penuh ketegasan.
Kalimat itu sederhana, tetapi membawa arti besar bahwa sebuah janji tentang perubahan, tentang harapan yang perlahan mulai tumbuh.
Kehadiran Rahmawati seketika mengubah suasana. Pemilik rumah tak mampu menyembunyikan haru. Air mata jatuh, bukan karena kesedihan semata, tetapi karena akhirnya ada yang datang melihat, mendengar, dan peduli.
“Terima kasih banyak, Ibu. Semoga Ibu selalu diberi kesehatan,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Di balik peristiwa itu, tersimpan pesan yang lebih dalam bahwa pembangunan bukan sekadar angka dan proyek, melainkan tentang menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi setiap warga, hingga ke sudut-sudut yang sulit dijangkau.(*)

















