TANJUNG SELOR – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) Hasanuddin, memonitoring pelaksanaan ujian kelulusan di sejumlah satuan pendidikan di Kalimantan Utara.
Salah duanya di SMAN 2 Tanjung Selor dan SMKN 2 Tanjung Selor yang berlokasi di Jalan Tigatawai Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, Kaltara.
Senin (6/4/2026).
Kepada wartawan, Hasanuddin menyampaikan pelaksanaan ujian sekolah sekolah ini sangat penting karena menjadi salah satu indikator kelulusan siswa.
“Alhamdulillah hasil monitoring kita hari ini dua sekolah itu sudah menyiapkan segala sesuatunya dan seauai dengan Standar Opeeasional Prosedur (SOP),” ucap Hasanuddin kepada wartawan.
Ia menegaskan, ujian sekolah ini sangat penting maka aspek kosentrasi dan keseriusan bagi peserta didik harus diperhatikan dengan betul-betul.
“Yang perlu saya garis bawahi bahwa sebelum ujian sekolah telah dilakukan simulasi terlebih dahulu. Jadi tidak adalagi alasan bagi siswa dalam menyelesaikan soal yang diberikan dan kalau bisa nilai yang dihasilkan lebih maksimal,” ujarnya Senin (6/4/2026).
Ia mengisahkan dari beberapa laporan dan pengalaman didapati selama ini bahwa peserta didik yang lulus SNPB, malah terhambat pada aspek nilai yang belum memenuhi standarisasi yang ditetapkan.
“Betapa sedihnya sudah lulus di SNPB misalnya, tapi ini beberapa aspek nilai ternyata dia tidak lulus, karena yang dinilai kan bukan aspek ujian sekolah saja. Tapi banyak sesuai yang ditentukan sesuai dengan permendikbud,” ulasnya.
Selain dua sekolah yang dimonitoring, kata Hasanuddin sekolah lain di Kaltara juga dilakukan hal yang sama oleh cabang Dinas Pendidikan di tiap daerah.
“Alhamdulillah semua sama jadi yang lain kita sudah minta Kepala Cabang untuk memonitoring semua kegiatan-kegiatan itu. Cuman memang perlakuan
untuk kelas 10 dan kelas 11 itu ada sebagian yang melaksanakannya daring
dan Alhamdulillah di SMAN 2 Tanjung Selor tidak melaksanakan daring tapi untuk Kegiatan Belajar Mengjaar (KBM) tetap tatap muka,” bebernya.
Mengingat lokasi ujian sekolah dan kegiatan belajar kelas 10 dan 11 di dua lokasi yang berbeda.
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Tanjung Selor Hj. Kartinem menambahkan untuk pelaksanaan ujian sekolah sudah menentukan kepanitiaan.
kemudian juga pengawas, serta penginputan soal itu dimulai di bulan Maret 2026 lalu. Kemudian untuk SOP-nya dan sebagainya itu sudah ada.
“Hari ini kita akan melaksanakan ujian sampai pekan depan. Dalam satu hari ada dua mata pelajaran yang terbagi dalam dua sesi. Dimulai pada pukul 08.00 WITA sampai dengan pukup 14.00 WITA,” terangnya.
Kemudian untuk pembelajaran kelas 10 dan 11 di SMAN 2 Tanjung Selor tetap berjalan karena tidak mengganggu kegiatan ujian sekolah. Adapun, jumlah peserta didik yang mengikuti ujian sekolah di SMAN 2 Tanjung Selor sebanyak 101 orang.
“Mereka kita bagi dalam dua sesi dan dua ruang kelas,” ucapnya.
Ia menegaskan ujian sekolah ini sebagai salah satu tahapan penilaian untuk menentukan peserta didik itu lulus atau tidak.
“Kita tegaskan bahwa ujian sekolah ini untuk menentukan kelulusan, sehingga sebelum pelaksanaan ujian lebih dahulu laksanakan simulasi,” tukasnya.(*)

















